Kebebasan Berperilaku Merusak Generasi

Seiring berjalannya waktu bukann hanya tekhnologi yang berkembang pesat, tetapi remaja zaman sekarang pun sangat berbeda dengan remaja zaman dulu. Remaja zaman dulu melakukan aktifitas masih dibatasi oleh banyak hal, sebut saja belum punya handpone bila berkomunikasi dengan kawan, jadi mesti berkunjung kerumahnya bila inginn bertemu, atau ingin kesuatu tempat masih belum ada kendaraan pribadi.
Ilustrasi
 


Sangat berbeda dengan remaja sekarang, dimana fasilitas handpone dan kendaraan roda dua merupakan salah satu kebutuhan yang sudah lumrah untuk dimiliki seorang pelajar pada saat ini. Bila tidak memiliki handpone  bisa dikatakan ketinggalan zaman. Berdua-duaan ditempat umum pun sudah menjadi hal yang biasa. Kebebasan dikalangan remaja semakin tampak dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi di kalangan remaja yang setiap tahun terus meningkat.

            Begitu banyak pemberitaan remaja yang hamil diluar nikah, aborsi, narkoba, dan masih banyak lagi. Kesemuanya merupakan kasus yang tidak bisa dianggap sepele, karena remaja merupakan tongkat estafet penerus sebuah bangsa dan Negara. Cerminan remaja menggambarkan wajah negaranya itu sendiri.
Negara sangat berperan dalam upaya menjaga keberlangsungan penerus bangsa. Banyanya arus budaya dan gempuran dari budaya asing yang tanpa filter dari Negara akan sangat mempengaruhi perkembangan setiap remaja itu sendiri. Sebagai pengemban ideology kapitalis, barat yang mana menjadi kiblat dari budaya remaja saat ini, tentu akan menyebarkan ide-ide tentang kebebasan beragama, kebebasan berperilaku, kebebasan berpendapat dan kebebasan berkepemilikan.

            Demi memaksimalkan untuk meliberalkan generasi muda ini, barat menggunakan media dan teknologi sebagai sarana untuk mendakwahkan ide liberal disegala lini kehidupan, akhirnya remaja sebagai generasi muda mengambil jalan yang salah. “ Berdasarkan penelitian UI, terlihat bagaimana perilaku remaja masa kini. Sebanyak 97 % anak remaja sudah menonton film porno, 62,7 % remaja wanita sudah tidak perawan dan 21,2 % remaja wanita telah melakukan aborsi. Realitanya dari tahun ke tahun kenakallan dan pergaulan itu semakin meningkat, karena ada budaya transferan dari barat dengan moto mereka 6F antara lain : Fun, Food, Fashen, Film, Flower dan Friseks. 

            Apalagi ada sebuah opini, apabila remaja belum memiliki 6F dikatakan tidak gaul tidak dianggap kehadirannya dalam kehidupan. Akhir-akhir ini banyak para remaja melakukan freeseks, sebuah fakta yang terungkap yaitu disalah satu sekolah menengah pertama (smp) di Balikpapan, seorang siswi mengaku sakit maag dan setelah diperiksa disalah satu puskesmas siswi tersebut dinyatakan hamil, bukan seperti pengakuannya yang menderita penyakit maag. Disaat hasil dan nilai kebebasan ini sudah tidak terbendung lagi, maka langkah berikutnya yang dilakukan barat adalah menanamkan paham toleransi dan pluralism. 

            Secara konten ide pluralisme ini awalnya hanya sebatas dalam bidang agama, sehingga orang lebih mengenal pluralism agama. Namun, fakta kerusakan terkait kebebasan ini terus bergulir, sehingga pluralisme ini masuk dalam berbagai ranah kehidupan untuk meliberalkan pemikiran masyarakat. Apa yang terjadi pada generasi muda saat ini, adalah satu efek sistemik dari penerapan system kapitalis. Antara program yang satu dengan program yang lainnya saling bekerja sama, sehingga tidak mudah dipisahkan satu persatu. Maka hanya dengan pandangan yang jernih sajalah persoalan ini bisa terurai satu persatu. Kembali kepada system Islam adalah satu-satunya jawaban agar kaum muda bisa melejitkan kembali potensinya sebagai pemimpin masa depan, konstruktor peradaban dan penebar risalah Islam.(*)
Penulis : Syamsiar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website