Menilik Peran HTI Terhadap Generasi

Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik maupun psikologis. Sebagian orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa pencarian jati diri.

Sayangnya di dalam pencarian jatidiri, kadangkala remaja terjebak ataumengekorpada budaya negara tertentu yang jelas sekali sangat bertentangan dengan falsafah kehidupan masyarakat Indonesia dalam hal ini nilai-nilai religius yang telah mengakar dalam diri bangsa.

Akibatnya remaja menjadi kehilangan jati diri dan menjadi pemuja budaya barat yang sarat dengan budaya liberalnya. Remaja disodorkan dan dicekoki pemikirannya bahwa berlaku bebas dalam kehidupan ini adalah suatu hal yang wajar apalagi di masa remaja. Kekerasan dan pergaulan bebas menjadi potret buram kehidupan remaja saat ini. Tawuran antar pelajar, seks bebas, hamil di luar nikah, aborsi, perkosaan, pelecehan seksual dan peredaran VCD porno, narkoba dan HIV/AIDS menjadi perkara yang lumrah di kalangan remaja saat ini.

Padahal remaja merupakan generasi penerus yang akan menerima tongkat estafet kebangkitan ummat.salah satu budaya liberal yang ditawarkan adalah bagaimana remaja mampu mengeksploitasi libidonya melalui free sex yang dibungkus dengan manis melalui pesta Valentine Day di mana remaja dihalalkan mengungkapkan rasa suka kepada lawan jenisnya secara vulgar dan tanpa rasa malu lagi. Hal ini berlaku secara umum di tengah kehidupan remaja muslim, sehingga mereka beranggapan adalah suatu hal yang lumrah jika mereka merayakan V Day.

Berdasarkan permasalahan rumit yang dihadapi oleh remaja inilah Hizbut Tahrir Indonesia merasaa prihatin danmulai memainkan perannya sebagai organisasi dakwah dan bagian dari bangsa yang besar iniuntuk ikut serta memperbaiki kondisi dan akhlak remaja, sebagai bentuk tanggung jawab akan nasib generasi penerus bangsa. HTI selalu mengadakan pembinaan-pembinaan pada remaja. Pembinaan tersebut bertujuan agar para peserta mendapatkan gambaran yang jelas terhadap Akidah dan syariah Islam, sekaligus pentingnya ajaran tersebut disebarkan lewat dakwah Islamiyah.Tidak hanya itu, mereka juga diberikan wawasan, terkait banyaknya problematika umat, seperti kenakalan remaja, hura-hura, pencarian idola yang keliru, dan tindak kekerasan lainnya. Akibatnya, bisa semakin mengaburkan identitas seorang muslim dari sifat remaja saat ini.

Di samping mengadakan pembinaan terhadap remaja, HTI juga melakukan pembinaan terhadap para pendidik/guru agar tercipta keselarasan visi antara remaja dan para pendidik mereka dalam rangka menciptakan generasi- generasi emas dansebagaiagent of change. Acara ini digagas dalam bentuk diskusi-diskusi sesama pendidik yang diberi tajuk Forum Guru Ideologis. Sebagai pendidik, penulis sangat antusias sekali dengan forum yang diadakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia karena sedikit banyaknya dapat berbagi informasi mengenai problematika remaja yang tidak lain adalah anak didik dan generasi masa depan bangsa ini. Selain itu forum ini juga mencerdaskan dan membuka wawasan para pendidik mengenai akar permasalahan dari semua problematika.

Kaum Intelektualpun tak lepas dari pembinaan HTI. Seperti yang dilakukan HTI di yogyakarta pada 25 Maret 2012 lalu.
Jadi, jika dikatakan HTI tidak berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu adalah sebuah kebohongan yang memang diciptakan untuk mendiskreditkan HTI. Kita lihat banyak sekali remaja yang terselamatkan dari arus liberalisasi dan sekulerisasi karena kesigapan dan peran serta HTI. Para pendidikpun terbuka wawasan, bagaimana menciptakan generasi yang idependen tidak terbius oleh huru hara kebebasan berekspresi dan melenceng dari nilai-nilai moral dan akhlak serta Islam itu sendiri. Allahu a’lam bishawab. (*)
Penulis: Neny Tiro (Pendidik)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website