Peran HTI Dalam Pembangunan

Ilustrasi
Belakangan ini banyak media massa yang memuat tentang radikalisasi ulama dan pembubaran ormas islam. Isu ini menjadi hangat semenjak kasus penistaan agama yang dilakukan Mantan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Semenjak kasus itu, mulai bermunculan isu-isu miring yang negatif  terkait ulama-ulama islam dan ormas-ormas islam.  Salah satu diantaranya adalah isu pembubaran HTI. 

Pada tanggal 8 Mei 2017, Wiranto selaku Menkopolhukam telah menyatakan HTI akan dibubarkan. Meskipun pernyataan tersebut sifatnya lemah dan tidak dapat diterima secara hukum, namun diantara pernyataannya, pak wiranto menyebutkan bahwa HTI tidak berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Tapi apa boleh buat jika fakta berbicara lain.Organisasi HTI ini adalah organisasi yang damai, non-kekerasan. Dan dari kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia sendiri, baik itu dari aksi damai yang mereka gelar, pembinaan dan seminar yang mereka adakan selalu memuat konten yang menunjukkan kepedulian mereka terhadap bangsa Indonesia. Mereka jelas telah berjasa besar dalam upaya mencerdaskan ummat. Mereka menyadarkan ummat akan bahaya taktik penjajah yang senantiasa mengincar kekayaan negeri ini. 

Sehingga wajar jika pernyataan Pak Wiranto menuai banyak kotroversi dari masyarakat di berbagai kalangan. Banyak dari berbagai lapisan masyarakat menolak keras pembubaran HTI. Termasuk Halim Husein sebagai hakim pengadilan tinggi agama di Bandung.

HTI ini mendukung program-program pemerintah. Contohnya, pemerintah menggencarkan pembinaan akhlak bangsa sehingga korupsi tidak merajalela. HTI itu membina disitu.

Melihat dari konten yang mereka bawakan ke masyarakat, HTI memberikan pandang kepada masyarakat bahwa islam dapat menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Baik yang sifatnya individu, sosial, budaya, bahkan politik. Hal ini menjadi penting karena dapat menimbulkan kesadaran akan kesempurnaan Islam dan tentu saja kesempurnaan Allah SWT sebagai pencipta. Sehingga masyarakat akan merasa percaya diri saat melakukan kejujuran dan tidak minder melakukan akhlak mulia di tengah masyarakat yang rusak moralnya, seperti tidak korupsi saat pejabat yang lain korupsi, ataupun tidak mencontek saat kebanyakan siswa melestarikan budaya contek-menyontek. Dan masih banyak lagi berkah akibat penyampaian islam secara kaffah(pen.keseluruhan).

HTI juga sering melakukan berbagai kritik terhadap pemerintah terkait kepentingan 'wong cilik' di Indonesia. Karena tidak bisa dipungkiri, kebanyakan manusia memang sering kali lemah terhadap harta, tahta, dan wanita. Bagitu pun para pejabat yang duduk di kursi wakil rakyat. Mereka sering kali menjadi sasaran empuk bagi para korporasi yang memiliki banyak harta dan memiliki kepentingan tertentu. Sehingga tidak jarang banyak wakil rakyat yang lebih memerhatikan kepentingan korporasi dan memberi dampak pada kenestapaan pada rakyat kecil. Contohnya seperti kritik mereka terkait BPJS, kenaikan TDL listrik, terkait UU Migas, dan sebagainya yang sifatnya melanggar syari'at islam dan jelas merugikan ummat.

Di negeri ini kita memiliki dua jenis sumberdaya, yakni sumber daya manusia dan sumber daya alam. sumber daya alam di negri kita masih dalam genggaman asing, tapi kita masih punya sumber daya manusia. Saat ini kita memerlukan masyarakat yang perduli dan cerdas agar bangsa ini bisa mencapai tujuan bernegara dan terbebas dari penjajahan. Dengan adanya organisasi seperti HTI, maka akan meringankan kerja besar bangsa ini.

Oleh sebab itu HTI pun tidak hanya menggambarkan masalah yang saat ini dihadapi, namun juga memberikan solusi berupa solusi islam dengan cara menerapkan islam secara kaffah sebagaimana tuntunan Rasulullah. Yaitu Khilafah.

Kenapa harus khilafah? Berikut adalah dalil mengenai khilafah:

«إنَّ أَوَّلَ دِيْنِكُمْ بَدَأَ نُبُوَّةً وَرَحْمَةً ثُمَّ يَكُوْنُ خِلاَفَةً وَرَحْمَةً»
Sesungguhnya (urusan) agama kalian berawal dengan kenabian dan rahmat, lalu akan ada Khilafah dan rahmat (HR al-Bazzar).
«مَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً»
Siapa saja yang mati dalam keadaan tidak ada baiat (kepada Khalifah) di atas pundaknya, maka matinya mati Jahiliah (HR Muslim).
Sebenarnya khilafah adalah murni ajaran islam. Ide yang bersumber dari hukum syara’, bukan organisasi tertentu. Islam memang agama yang sempurna , membenarkan dan menyempurnakan agama tauhid yang diturunkan sebelumnya. Bahkan islam didesain oleh Allah swt sebagai agama yang dapat diterapkan dalam bidang kenegaraan sekalipun. Sehingga dalam kehidupan bernegara pun Manusia akan mendapat ridho dan rahmat dari Allah swt.
Sebagai manusia yang mengakui kesempurnaan Allah, tidak akan meragukan penerapan hukum-hukum Allah secara sempurna. Karena Allah jelas maha pengasih dan penyayang, tidak mungkin mendzolimi hambanya. Menerapkan hukum islam secara utuh di Indonesia bukan tindakan criminal. Melainkan akan mendatangkan rahmat dari Allah swt. Wallahu A’lam(*)
Penulis: Syahida Adha (pelajar dan aktivis MHTI)





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website