Produksi Minyak Pertamina EP Tarakan, Mulai Zaman Belanda

Tarakan-Keberadaan Pertamina EP Tarakan Field menjadi salah satu aset Negara dalam produksi minyak dimiliki saat ini. Beberapa sumur minyak dikelola terbilang cukup lama dimulai pada tahun 1897 sampai 1905 dilakukan eksplorasi oleh perusahaan Belanda Nederlandsh Indische Industrie en Hander Maatchaapij (“NIHM”).
Adhi Herusakti Susilo
Eksplorasi selanjutnya juga dilakukan perusahaan dari Belanda, Batavia Petroleum Maatchaapij (“BPM”) merupakan perusahaan terlama melakukan eksplorasi di Kota Tarakan hingga 40 tahun dan berakhir pada tahun 1942 saat pemerintahan kolonial Belanda mulai melemah. 

Manager Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field Adhi Herusakti Susilo mengatakan, cikal bakal awal berdirinya Pertamina dimulai saat Indonesia merdeka dari tangan penjajah Jepang sebelumnya dilakukan pengelolaan minyak oleh Jepang mulai 1942 hingga 1945. 

Pertamina baru dapat melakukan kerjasama pada tahun 1972 dengan Tehnical Assistance Contract (TAC) merupakan perusahaan dari Amerika Serikat hingga 1992. 

“Baru tahun 2008 Pertamina mengambil alih pengelolaan minyak di Kota Tarakan melalui anak perusahaannya yakni, Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan,” ungkap Adhi.

Lanjut Adhi Harusakti, Wilayah Kerja Perusahaan (WKP) Pertamina Asset 5 Tarakan Field memiliki dua area yakni, area Tarakan dan Sembakung. Khusus area Tarakan memiliki 1.442 sumur. Beroperasi aktif hingga saat produksi (dan injeksi) 124 sumur untuk area Tarakan dan Sembakung.

Selain beroperasi dibidang Migas Pertamina EP Tarakan Field juga melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) dengan membangun silaturrahmi anatara perusahaan dan stakeholders demi menjaga kondisi aman untuk pelaksanaan operasi dan non operasi perusahaan. Program tanggung jawab sosial atau CSR (Corporate Social Responsibilty) menjadi investasi perusahaan demi pertumbuhan dan keberlanjutan (Sustainability) perusahaan tanpa melihat sebagai sarana biaya (Cost Centre) melainkan sarana meraih keuntungan (Profit Centre). 

Hal ini juga menjadi komitmen Pertamina EP untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development). Adapun program CSR untuk masyarakat dilakukan Pertamina EP saat ini terdapat di wilayah Kota Tarakan, Kecamatan Sembakung dan Kabupaten Nunukan, demikian disampaikan  Manager Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field Adhi Herusakti Susilo dalam acara Edukasi & Temu Media di Mess Melati PertaminaAsset 5 Tarakan Field, Kamis 27 Juli 2017.

Kesempatan sama Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan & Sulawesi Nasvar Nazar menyampaikan, Edukasi & Temu Media tersebut menjadi wadah silaturrahmi antara SKK Migas bersama media di wilayah Kalimantan & Sulawesi. SKK Migas dan media merupakan mitra harus terjalin baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Nasvar Nazar
“SKK Migas memerlukan media untuk menyampaikan informasi mengenai Migas baik Hulu maupun Hilir, demikian juga media memerlukan infomasi yang cukup mengenai proses Migas tersebut,” ungkap Nasvar Nazar dalam pembukaan Press Gathering SKK Migas.

Ia mengharapkan, kegiatan edukasi bersama media tersebut menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya untuk menjalin kemitraan lebih baik antara SKK Migas bersama media di Kalimantan & Sulawesi.

Dalam kegiatan Edukasi & Temu Media tersebut peserta dari beberapa perwakilan media juga mendapatkan materi Pemaparan Komunikasi Visual disampaikan Yulianus Ladung. 

Dalam pemaparannya, komunikasi visual sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Sebisa mungkin seorang potographer dapat mengambil gambar dengan baik agar informasi dapat tersampaikan dan dapat berbicara meski tanpa keterangan,” jelas Ladung.(ay)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website