PDAM Balikpapan, Tanggapi Keluhan Pelanggan

Balikpapan-Banyaknya keluhan pelanggan PDAM Balikpapan mengeluhkan tidak mengalirnya air bersih dalam beberapa minggu terakhir. Utamanya, pelanggan berada di ketinggian dan daerah jauh dari Instalasi Pengolahan Air Minum milik PDAM Balikpapan.

Beberapa laporan yang masuk melalui keluhan pelanggan PDAM Kota Balikpapan rata-rata waktu pelayanannya kurang dari 24 Jam, sebagian pelanggan mengeluhkan kondisi Tekanan distribusi air yang sangat kecil. Seperti, pelanggan yang tadinya mengalir pada jam 11 malam, kini jam 2 malam baru mengalir.
Ilustrasi

Bahkan, ada yang tidak mengalir sama sekali, hal ini sangat dirasakan oleh pelanggan yang bermukim di Perumahan Daun Village, terutama pelanggan yang elevasi kontur rumahnya lebih tinggi. Kemudian pelanggan yang tinggal di daerah kawasan Balikpapan Barat seperti di Gn. Polisi, Dahor, Gn. Bugis, Sidodadi dan Asrama Bukit yang merasakan Imbasnya.

Direktur Umum Gazali Rachman menyampaikan, wilayah tersebut hampir sepuluh hari tidak maksimal menikmati air bersih PDAM, pelanggan lainnya seperti di kawasan Sumber Rejo atas, PGRI Ringroad, Sepinggan dan Prona. Sehingga, adanya peningkatan permintaan air tangki, dan semua permintaan dapat dilaksanakan sesuai pesanan dan antrian. Seperti Sabtu pagi hari (23/9) lalu mobil tangki yang beroperasi sebanyak enam unit. 

Kemudian Direktur Teknik Anang Fadliansyah juga membenarkan, sudah hampir dua minggu ini terjadi penurunan kapasitas produksi. Baik itu dari Instalasi Pengolahan Air Minum Kampung Damai maupun Instalasi Pengolahan Air Minum KM.8 Batu Ampar.

Menurut, Anang Fadliansyah sampai sejauh ini masih berupaya memastikan secara teknis penyebab turunnya kapasitas produksi, yang Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa Indikasi pertama telah terjadinya penurunan Debit Air Baku yang dikirim menuju kedua IPAM milik PDAM baik IPAM Kamp. Damai dan IPAM KM.8 dari Waduk Manggar KM.12.

“Air baku yang dikirim tidak sebanding dengan yang diterima di masing-masing kedua Instalasi, jika diukur terjadi penurunan kapasitas dari kemampuan kapasitas produksi normal di kedua IPAM. Ada penurunan sekitar 200 m3/jam untuk di IPAM KM. 8 Batu Ampar dan 100 m3/jam untuk di IPAM Kampung Damai, kondisi ini berlangsung sudah hampir dua minggu terjadi penurunan kapasitas produksi”, jelasnya.

Selain itu juga , dikarenakan sering terjadinya pemadaman aliran listrik dilokasi Pump House Waduk Manggar KM.12 dan IPAM KM.8 Batu Ampar. Sehingga terjadi water hammer didalam jaringan pipa Transmisi dan kapitasi didalam pompa. Butuh waktu perpindahan pompa ke aliran Genset, ini menjadi penyumbang terjadinya penurunan kapasitas produksi.

Maka secara perhitungan, kemampuan kontinuitas distribusi air tidak sebanding dengan kebutuhan di Pelanggan, dimana air habis lebih dahulu di daerah Bawah dan daerah yg paling dekat dengan Instalasi. Produksi air yang kecil berdampak kepada pelanggan daerah atas, lembah dan jauh dari Instalasi PDAM.

Selaku Direktur Tehnik Anang Fadliansyah masih memfokuskan secara teknis pada Jalur Pipa Transmisi Air Baku yang mengirimkan Air waduk Manggar menuju kedua Instalasi PDAM baik itu Jalur IPAM Kamp Damai dan IPAM KM.8 Batu Ampar. Jalur pipa tersebut ini bukan jalur yang cukup mudah untuk di Telusuri, panjang pipa nya saja cukup jauh, Panjang Jalur Pipa Transmisi dari Waduk Manggar menuju IPAM KM.8 Batu Ampar kurang lebih mencapai 7000 meter.

Kemudian panjang pipa transmisi dari waduk manggar menuju IPAM Kampung Damai mencapai 15000 meter, ditambah Jalur ini harus melewati Hutan Transad dari KM.12 hingga KM.8 dengan Kontur tanah yang berbukit dan lembah.

“Pipa transmisi memang usianya cukup tua, untuk mengganti pun perlu biaya yang tidak sedikit dan perlu juga perencanaan yang matang, karena pipa ini adalah jalan tolnya air baku dan jantungnya kehidupan masyarakat Balikpapan,” pungkas Anang Fadliansyah.

 Langkah-langkah yang sudah dilakukan diantaranya, sudah beberapa kali melakukan pengurasan pada wash out untuk membuang udara di dalam jaringan pipa transmisi, agar tidak ada udara yang tertahan didalam jalur pipa.

"Kita monitoring dulu satu sampai dua hari kedepan, mulai Sabtu (23/9) mulai jam 09.00 s/d jam 15.00 sore, team produksi baru selesai melakukan flushing (pengurasan) sepanjang jalur pipa transmisi dari pump house KM.12 sampai dengan IPAM KM.8, termasuk pemeriksaan air valve," jelas Anang.

"Kemudian ada Informasi pada jam 18.00 ini, (23/9) info dari IPAM KM.8, Kapasitas air yg diterima dari Waduk Manggar KM.12, mencapai angka 1698 m3/jam, jika dilihat mulai menunjukkan adanya peningkatan, kita berharap mudah-mudahan bisa segera kembali normal," tambahnya. 

Selanjutnya, Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan Haidir Effendi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas ketidakmaksimalnnya pelayanan Air Bersih kepada pelanggan. Utamnaya, pelanggan yang berada didaerah atas atau daerah jauh dari Instalasi PDAM. Kemudian turunnya jam pelayanan yang kurang dari 6 jam, bahkan pelanggan yang distribusi air nya tidak mengalir sama sekali dalam beberapa minggu ini.

Ia juga menyampaikan, posko tangki tetap buka pelayanan dari Jam 08.00 s.d 16.00 Wita setiap hari, sebagai jangka pendek terutama kebutuhan air yang bersifat darurat. Bagi pelanggan yang membutuhkan air bersih, segera menghubungi atau langsung mengunjungi posko tangki PDAM yang berada di Jl. MT. Haryono depan Kantor Dukcapil. Dengan harapan dan doa dari pelanggan agar kendala teknis di PDAM dapat teratasi, jika kondisi air PDAM mengalir, maka segera ditampung sebisa mungkin.(humas/*)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website