DPRD Balikpapan Kedatangan Tamu dari Enam Daerah Berbeda

Kamis, 8 Pebruari 2018
Sudah menjadi kebiasaan kunjungan kerja DPRD sebagai bentuk bagian agenda kerja anggota legislatif. Kali ini DPRD Balikpapan kedatangan anggota DPRD dari enam daerah, Kab. Purbolinggo, Kab. Bangkalan, Kab. Pendeglang, Kab. Tanah Bumbu, Kab. Mandar Polewali dan Kota Batam

BALIKPAPAN- Kunjungan kerja DPRD enam daerah tersebut diterima sekaligus Ketua DPRD Balikpapan Abdollah di ruang rapat Paripurna Dewan Balikpapan, Kamis (8/2/2018. Penerimaan rombongan ini dilakukan sekaligus dikarenakan kedatangan mereka pada saat bersamaan dan sangat memungkinkan untuk diterima secara bersamaan.

Ketua DPRD Balikpapan Abdollah mengatakan, kedatangan anggota DPRD Purbolinggo, Pandeglang, Tanah Bumbu, Bangkalan, Polewali Mandar dan Kota Batam sebuah penghargaan bagi Kota Balikpapan. Dan hal ini perlu diapresiasi, menandakan Kota Balikpapan memiliki imej yang baik bagi daerah lain.
Ketua DPRD Balikpapan Abdollah (Foto: Dok. Yani)
 

Menurutnya, salah satu ketertarikan mereka untuk studi banding di Balikpapan dikarenakan adanya prestasi Kota Balikpapan yang selama ini terdengar baik. Seperti, peraihan adipura 18 kali berturut-turut. Termasuk pengelolaan keuangan dan reses yang baik, hal tersebut menjadi penting bagi daerah tersebut untuk belajar di Balikpapan.

“Kunjungan tersebut sebagai wujud nyata Kota Balikpapan mendapat nilai baik baik daerah lain. Dengan harapan nilai investasi dapat meningkat, sebagaimana paparan yang kami sampaikan,” ungkap Abdollah.

Suatu kehormatan bagi DPRD Balikpapan dengan kedatangan enam daerah disaat yang bersamaan bahkan, dihari yang sama juga kedatangan anggota DPRD Berau dan Minahasa Selatan.   

Sementara Ketua DPRD Purbolinggo Musayid Nahrowi mengatakan, Balikpapan sebagai kota jasa memiliki berbagai kelebihan bagi Kabupaten Purbolinggo, dipandang baik untuk melakukan kunjungan kerja agar beberapa konsep kota dapat dipelajari. Salah satunya adalah bagaimana peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan pengelolaan anggaran yang baik.

“Yang kami tahu Balikpapan sebagai kota yang banyak memiliki kelebihan dan prestasi sehingga, kami butuh informasi dari dari pihak DPRD Balikpapan dan instansi terkait mengani hal tersebut,” ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua rombongan DPRD Batam Bustamin Hasibuan, antara Kota Batam dan Balikpapan memiliki kesamaan. Keduanya, sebagai kota jasa, sehingga PAD diprioritaskan dari pajak dan retribusi dari perusahaan dan jasa lainnya. 

“Kota Batam adalah kota jasa dan industri, perkembangan Kota Batam diprioritaskan pada pendapatan pajak dan retribusi dari perusahaan yang beroperasi di Batam. Maka dari itu juga diperlukan pengelolaan keuangan dan anggaran yang baik,” jelas Bustamin.

Lain halnya DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Banjarmasin melalui Ketua rombongannya H. Muhammad menyampaikan, pengelolaan sumber daya alam diperlukan pengelolaan yang baik khususnya masalah izin pertambangan. Sementara untuk Kota Balikpapan pengelolaan pertambangan Batu Bara tidak diperbolehkan.
Foto bersama anggota DPRD Kota Batam, Purbolinggo, Polewali Mandar, Pandeglang, Tanah Bumbuh dan Bangkalan

“Beberapa perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Tanah Bumbu sekarang, dinilai perlu dilakukan regulasi yang baik. Agar penghasilan pajak dan retribusinya tidak merugikan daerah,” ungkapnya.

Muhammad juga menyampaikan, mengenai pengelolaan dana reses yang selama ini perlu penataan yang baik agar dana reses dapat bermanfaat dan tidak membebani anggota DPRD. Untuk diketahui, Kabupaten Tanah Bumbu baru berumur sepuluh tahun, terbentuk sebagai Kabupaten baru dari hasil pemekaran Propinsi Banjarmasin.(ay)       

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website