Anomali, Pengaruhi Daftar Pemilih Sementara

BALIKPAPAN- Ketua KPU Balikpapan M. Noor Thoha mengatakan, adanya selisih angka daftar pemilih sementara (DPS) dari daftar pemilih tetap (DPT) tahun 2015. Dipengaruhi adanya situasi, “ketidaknormalan; penyimpangan” (anomali). Situasi itu, dipengaruhi adanya perpindahan penduduk Balikpapan, ke luar daerah.
M. Noor Thoha Ketua KPU Balikpapan (foto: yani)
 
Diketahui, daftar pemilih tetap (DPT) 2015 berjumlah 449.000, sementara jumlah daftar pemilih sementara (DPS) tahun ini 419.718, dalam pemilihan gubernur dan wakil gunernur Kalimantan Timur (Kaltim), hal tersebut terungkap dalam rapat pleno terbuka KPU Balikpapan, Hotel Blue Sky Jumat, (16/3/2018).

“Antara DPT 2015 dan DPS tahun ini terdapat selisih sekitar 30 ribu. Data tersebut akan dilakukan sinkronisasi dengan Disdukcapil. Dari jumlah penduduk Balikpapan saat ini sekitar 633.196 jiwa. Bila ditarik dengan jumlah penduduk dan penduduk ber KTP wajib pilih akan mendekati angka valid,” ungkap Ketua KPU Balikpapan Noor Thohari.

Menurutnya, anomali tersebut setidaknya juga mempengaruhi data DPS. Selain, kondisi ekonomi masyarakat mempengaruhi terjadinya perpindahan penduduk Balikpapan ke luar daerah. Termasuk meninggal dunia, KTP ganda dan KTP non elektronik.

DPS tersebut telah dilakukan pemutakhiran ditingkat PPK di enam Kecamatan se Balikpapan. Data itu dihimpun sesuai data dari 1.440 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Sementara Asisten I Bagian Pemerintahan pemkot Balikpapan Syaiful Bachri menghimbau, agar masyarakat Balikpapan harus proaktif dan memastikan dirinya terdaftar sebagai wajib pilih dalam pilgub nanti. Sebagimana pengalaman sebelumnya, dari daftar pemilih tetap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan menggunakan hak pilihnya sekitar 60-70% saja.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Balikpapan agar lebih aktif mengecek apakah dirinya sudah masuk dalam daftar pemilih atau belum. Karena suksesnya pilgub mendatang bukan tanggung jawab KPU saja. Melainkan tanggung jawab bersama,” harap Syaiful Bachri.
Syaiful Bachri Asisten I Pemkot Balikpapan (foto: yani)
 Hal sama disampaikan AKP Kifli A Supu mewakili Polres Balikpapan, adanya selisih angka antara DPT tahun sebelumnya dengan jumlah DPS sekarang. Perlu dilakukan sinkronisasi dan pengecekan data sebaik mungkin.

“Sebelum dilakukan pemutakhiran daftar pemilih tetap, koordinasi KPU bersama Disdukcapil harus intens dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan kecocokan data pemilih sebenarnya. Kita tidak mau pengalaman pilkada tahun 2007 akan terulang,” tegas Kifli.

Ia meminta, agar Disdukcapil melakukan pendataan dan sinkronisasi data secara profesional. Sebelum dilakukan daftar pemilih tetap atau DPT pada tanggal 24 April mendatang.

Untuk diketahui, rapat pleno terbuka KPU Balikpapan mengenai penetapan daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018 dihadiri PPK, Staekholder  pemkot Balikpapan, DPRD Balikpapan, Disdukcapil. Aparat kepolisian Polres Balikpapan, TNI dan tim sukses (timses) keempat pasangan calon.

Adapun pasangan calon pilgub Kaltim 2018 yakni, Andi Sofyan Hasdam dan Rizal Effendi, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat, Rusmadi Wongso dan Safaruddin.(ay)  


  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website