Dampak Buruk Tambang Batubara

LOA KULU-Dampak buruk pertambangan batubara berupa kerusakan lingkungan dan banjir menjadi keluhan warga Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ketika disambangi calon gubernur Kaltim nomor urut 4, Rusmadi, Minggu (1/4/2018).

“Kami gagal menanam padi, akibat banjir sebagai dampak pertambangan batubara,” kata Marni, salah seorang warga Desa Jembayan Tengah kepada Rusmadi.
Foto: Rusmadi Wongso bersama
warga Desa Jembayan Tengah (dok./jb)
Bukan itu saja, Marni juga menyampaikan harapannya bila pasangan Rusmadi – Safaruddin terpilih sebagai gubernur – wakil gubernur Kaltim, program bantuan rumah layak huni kepada warga dapat direalisasikan. 

Selama ini keluarganya masih menyewa rumah Rp250 ribu per bulan.  Sedangkan penghasilan anaknya dari menoreh karet per hari Rp70 ribu. 

“Semoga kami kelak bisa mendapat bantuan rumah layak huni,” kata Marni. 

Menanggapi Marni, Rusmadi  menyatakan siap membantu, karena program bantuan rumah layak huni bagi warga tidak mampu selama ini sudah berjalan.  Tinggal nanti lebih ditingkatkan. Dia pun mengharapkan ada peran pemerintah kabupaten/kota bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan Ketua RT setempat membantu mereka yang hidup sulit.

Sedangkan perusahaan tambang batubara yang operasionalnya tidak mengindahkan kaidah lingkungan, menurut Rusmadi, menjadi kewenangan pemerintah provinsi untuk memberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

“Cawagub saya kebetulan pensiunan jendral polisi bintang dua. Persoalan seperti ini pasti menjadi perhatian pasangan Rusmadi – Safaruddin bila rakyat memberi mandat kepada kami,” kata mantan Sekprov Kaltim kelahiran Samarinda, 30 Oktober 1962 ini.
Rusmadi memberi semangat kepada Marni sekeluarga untuk tetap memelihara harapan dari usaha bertani yang mereka tekuni. Allah sudah mengatur rezeki bagi hamba-hamba-Nya yang selalu berikhtiar maksimal. 

“Tetap semangat bapak dan ibu. Saya juga mohon doa dan dukungan untuk dipilih pada Pilkada 27 Juni 2018 nanti,” ujar calon gubernur yang tingkat popularitas dan keterpilihannya semakin meroket ini.
Foto: Rusmadi Wongso bersama
warga Desa Jembayan Tengah (dok./jb)
 Keluhan serupa juga disampaikan warga Dusun Bensamar, Kelurahan Loa Ipuh,  Kecamatan Tenggarong, Kukar. Dusun yang dihuni sekitar 800 jiwa itu mengalami kesulitan air bersih,  akibat operasional dua perusahaan tambang batubara besar di daerah itu. Dusun tersebut juga belum dialiri listrik PLN. 

"Bila desa sudah dikelilingi tambang, saya sarankan jangan ada lagi lahan pertanian dijual untuk pertambangan. Sudah cukup, jika sekarang terlanjur ada tambang mengelilingi desa," kata Rusmadi. 

Masyarakat desa harus kompak tidak menjual lahan pertanian untuk pertambangan. Jangan sampai ada salah seorang warga membuat keputusan sendiri, menjual lahan pertaniannya. 

"Karena, ada salah seorang warga desa saja menjual lahan pertanian dijadikan tambang, maka  lahan pertanian tetangga  akan terganggu," ujar tamatan S-3 Bidang Ekonomi Produksi dan Manajemen Pertanian, Universitas Los Banos, Filipina tersebut. 

Rusmadi menegaskan komitmen pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Hanura tersebut, menolak tambang batubara beroperasi di dekat petmukiman dan di atas lahan pertanian. (#4TimMedia/*)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website