DPRD Balikpapan, Cabut Izin Gangguan, KSTR akan Dipelajari

Senin, 16 April 2018

BALIKPAPAN-Rapat lanjutan DPRD Balikpapan di ruang Rapat Paripurna Dewan Balikpapan, Senin (16/4/2018), dengan agenda penyampaian jawaban Walikota Balikpapan terhadap pandangan umum fraksi-fraksi, terhadapat  raperda (rancangan peraturan daerah) Kota Balikpapan.
Foto: Abdollah Ketua DPRD Balikpapan (fadli/jb)
Dalam Rapat Paripurna tersebut, dihadiri 32 anggota DPRD Balikpapan, rapat terbuka untuk umum. Dalam penyampaian jawaban Plt. Walikota Balikpapan terhadapat pandangan fraksi DPRD Balikpapan raperda tentang, kawasan bebas merokok dan pencabutan perda izin gangguan, dan perusahaan umum Balikpapan. 

Penyampaian Plt. Walikota Balikpapan, diwakili Sayid M. Fadli Sekda Balikpapan. Ia mengatakan, raperda tentang kawasan bebas rokok diharapkan direpon baik pihak DPRD Balikpapan. Raperda tersebut dinilai penting pemkot Balikpapan, untuk menciptakan lingkungan sehat dan bersih.  

"Berharap teman-teman di DPRD Balikpapan dapat merespon denga baik, karena perkawasan tanpa rokok memang menurut kami sudah menjadi hal penting. Supaya kita hidup di lingkungan yang sehat, udara yang sehat, apalagi kita sudah menetapkan KSTR (kawasan sehat tanpa rokok) melalui perwali sudah 3 (tiga) tahun berjalan. Bahkan, di Stadion yang baru itu sudah kita terapkan. Masyarakatpun, sangat merespon baik,” ungkapnya.

“Tempat publik pasti ada KSTR, ya cuma namanya teman-teman susah tidak merokok ya nanti kita kasih tempat ke meraka. Namun jika ada yang melanggar di tempat KSTR kita selidiki dulu dan sosialisasi terlebih dahulu tidak serta merta memberikan sanksi kepada mereka" jelasnya.
Foto: Sayid M. Fadli (fadli/jb)
Sementara Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, raperda kawasan bebas tanpa rokok akan dilakukan pengkajian lebih lanjut. Dan akan melibatkan masyarakat, sebelum dikeluarkan aturan tersebut. 

 "Kita akan kaji ulang lagi, dengan mengundang stackholder seluruh masyarakat Balikpapan untuk sama-sama membahas sebelum dikeluarkan peraturan tersebut. Paling lambat April-Mei, nanti kita akan membahas materinya. Seperti, kawasan KSTR, termasuk raperda Perusda (perusahaan daerah) sehingga hasilnya lebih mulus,” ungkapnya.

“Pastinya DPRD selalu mendorong bagi siapa saja yang mau membangun usaha atau sektor usaha apa saja. Perusda itu bukan menunggu bola tapi menjemput bola, tinggal cara mereka melakukan pengembangan usaha. Banyak usah harus dijalankan tinggal kreatifnyanya saja, apa ada atau ngga", pungkasnya.(fadli)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website