Ingatkan Kampung Halaman, Safaruddin Turun ke Sawah

 Rabu, 11 April 2018

Siang itu, matahari telah mencapai klimaksnya. Empat mobil plus patroli pengawal melintas cepat di Loa Kulu, Kukar, meninggalkan riuh kerumunan ratusan masyarakat di Pasar Selasa.

RED t-shirt and hat serta blue jeans. Demikianlah penampilan mantan Kapolda Kaltim 2015-2018 di Kota Raja, Selasa 10 April 2018, lalu. Tak tampak gaya seorang pejabat. Lulusan Akademi Kepolisian 1984 ini justru terlihat bak anak muda saat melakukan roadshow sosialisasi sebagai cawagub Kaltim.
Foto: Safaruddin saat tanam padi
Menyisir kawasan terpencil di salah satu kabupaten terkaya di Benua Etam, pria kelahiran Sengkang —Sulsel— 10 Februari 1960 itu tiba di Desa Loh Sumber Marangan. Bagian menarik dari lawatan ini justru terjadi saat Safaruddin selesai berdialog dengan puluhan petani. Ketika hendak meninggalkan Desa Loh Sumber Marangan, tiba-tiba ia meminta tim untuk memberhentikan kendaraan. 

“Stop! Stop!” ucapnya.

Beberapa anggota tim di dalam mobil sempat terheran, menduga-duga jika ada barang pribadi milik Safaruddin yang ketinggalan di lokasi acara. Namun, dugaan itu ternyata salah. Tanpa memberi penjelasan, Safaruddin bergegas turun seorang diri dan melintasi jalan setapak yang berada di tengah berhektare-hektare sawah.

Tim yang melihat itu, sontak ikut bergegas turun untuk mencari tahu maksud dari Safaruddin. “Ayo kita bantu,” perintah Safaruddin, sembari menunjuk enam petani yang bahu-membahu menanam padi. 

Sejurus kemudian, ia langsung melepas sepatu dan langsung menjelajah ke salah satu sisi sawah. "Ibu, saya bantu menanam boleh ya," tutur Safaruddin.

Sontak saja, para petani tersebut kaget. Mereka mengaku tak menyangka ada pejabat yang rela kotor turun sawah untuk membantu mereka.

"Nenek saya dulu adalah petani, jadi saya tahu gimana susahnya jadi petani. Gagal panen, hama, panas, banjir, itu permasalahan para petani kita. Saya enggak pernah takut kotor-kotoran," beber Safaruddin.

Pernyataan Safaruddin bukan sesumbar. Bibit padi yang digenggamnya satu persatu ditanam. Tangannya cekatan dan piawai, serupa para petani di Desa Loh Sumber Marangan.
Di waktu yang sama, salah seorang relawan, Said, tiba-tiba terpeleset di atas sawah. Melihat hal itu, Safaruddin bersama para petani spontan tertawa.

"Pak Said jatuh. Makanya hati-hati pak, itu lumpur semua. Ayo, bangun, sini bantu saya menanam," katanya.

Kepada para petani, Safaruddin berjanji akan memberikan perhatian penuh jika dirinya terpilih sebagai Wagub Kaltim.

"Nanti mereka akan kita bantu menyiapkan jaringan irigasi, penyaringan air, pupuk," ujar pasangan cagub Rusmadi Wongso itu. 

Kampanye roadshow paslon nomor 4 di Kukar ini sejatinya sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Sejumlah tempat disambanginya untuk bersilahturahmi dan mendengar aspirasi masyarakat. Selain di Desa Loh Sumber Marangan, Safaruddin juga menyambangi Pasar Selasa di Loa Kulu. Pun, ia juga sempat mendatangi warga Tenggarong Seberang asal Manggarai, NTT. 

Sosok yang kian populer di masyarakat itu bahkan dikalungkan selendang Songke dan diberi ayam kampung, sebagai tanda adat persaudaraan. 

Pertanian adalah salah satu program prioritas Rusmadi-Safaruddin. Apalagi Calon Gubernur Rusmadi boleh dibilang adalah pakar bidang pertanian. Selain pernah jadi Dekan Fakultas Pertanian, dia juga menyelesaikan doktoralnya bidang pertanian di salah satu Universitas Filipina.(#4TimMedia)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website