Membangun Kredibilitas Pers Migas

Selasa, 17 April 2018

BALIKPAPAN-Peliputan seorang wartawan dalam sebuah masalah tertentu diperlukan literasi dan konfirmasi yang kuat setiap persoalan akan dimuat dalam sebuah media. Sama halnya meliput ruang lingkup Migas (minyak dan gas), diperlukan sedikitnya kelimuan mengenai Migas, demikian dikatakan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam sebuah pertemuan Temu Media dan Forum Kehumasan, SKK Migas-KKKS Kalimantan dan Sulawesi, di Singapore Roo Novotel Hotel and Apartement Manado, Senin (16/4/2018).
Foto bersama peserta Press Gathering Manado (ay/jb)
Yosep mencontohkan, dalam peliputan Migas hulu seharusnya perlu diketahui,  kegiatan hulu itu terbagi dua bagian yakni, tahapan explorasi dan exploitasi. Sehingga, hal itu diperlukan ilmu pengetahuan dalam peliputan berita.

Yosep mengatakan, diperlukan ilmu dan literasi sebelum dilakukan pemberitaan. Jangan sampai suatu pemberitaan mengalami kesalahan pengutipan. Makanya, diperlukan konfirmasi dan terkait dengan narasumber.

“Adapun kendala pemberitaan berkaitan dengan industri hulu migas. Beberapa hal akan ditemui seperti, masalah proses perizinan berbelit-belit, memakan waktu dan regulasi perpajakan cukup tinggi. Informasi tersebut seharusnya kita memahami bagaimana mendapatkan informasi yang jelas hal terkait tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, tugas pers menyampaikan informasi yang benar dan baik. Sebagimana tertuang dalam Pasal 5 Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Dinyatakan, (1)      Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. (2) Pers wajib melayani Hak Jawab.(3) Pers wajib melayani Hak Koreksi.

“Sehingga peranan pers nasional perlu memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi. Karena, profesi wartawan adalah profesi  terhormat, terpenting melakukan fact cecking dalam peliputan.

Senada dikatakan, Sigit Sugianto dari Tribun Manado dalam pemaparan yang sama, setiap wartawan wajib menjunjung tinggi kode etik profesi. Suatu hal tidak dapat ditawar-tawar. Hal itu merupakan kewajiban setiap wartawan.

“Selain itu juga, dalam melakukan peliputan diperlukan indepedensi dan kredibilitas seorang jurnalis dalam menjalankan tugasnya di lapangan,” ungkap Sigit.(ay)   

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website