Penundaan DBH Migas ke Daerah, Sebagai Efesiensi

Selasa, 17 April 2016
MANADO-Kabid. Keuangan Kementerian Keuangan RI Ardimansyah mengatakan, Dana Bagi Hasil (DBH) daerah penghasil Migas diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik demi kelancaran usaha Migas (minyak dan gas) di daerah. Hal itu disampaikan di acara Temu Media dan Forum Kehumasan, diselenggarakan SKK Migas-KKKS Kalimantan-Sulawesi di Manado, Hotel Novotel, Selasa (17/4/2018).
Walaupun regulasi yang dipakai saat ini mengacu Permen ESDM Nomor 30 Tahun 2017 Tentang Cara Pengenaan, Pemungutan dan Pembayaran/ Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Ditjen Migas Kementerian ESDM.
Foto: Ardimansyah Kabid. Keuangan Kemenkeu RI (ay/jb)
Ardimansyah menambahkan, bagi hasil migas bagi daerah penghasil sudah berjalan, termasuk pembagian daerah pengelolah Migas juga memerlukan regulasi yang jelas. Saat ini akan dilakukan penggodokan. Meskipun nilainya akan menyesuaikan dengan gerakan keuangan.

Menurutnya, bagi hasil pengelolah masih dalam tahap pembahasan. Regulasi tersebut sudah masuk dalam prolegnas (program legislasi nasional).

Menyikapi adanya, penundaan bagi hasil ke daerah yang sering terjadi.

Ia menegaskan, penundaan itu dilakukan sebagai efesiensi negara dalam pengelolaan keuangan negara. Agar anggaran negara tidak terlalu melebar terjadi defisit keuangan.

“Sumber Daya Alam (SDA) sebuah kekayaan alam tidak dapat diprediksi. 50% ketergantungan manusia sedang 50% nya merupakan kekuatan Sang Pencipta,” ungkapnya.
Foto: Sebastian Julius Senior Manager Humas SKK Migas Kalimantan & Sulawesi (dua kiri) (ay/jb) 
Adanya penundaan DBH triwulan ke 4 (empat) setiap tahun berjalan merupakan kebijakan pemerintah dalam melakukan efisiensi pengelolaan keuangan negara.

“Upaya pemerintah meningkatkan keuangan negarapun belum tercapai termasuk target pajak tidak tercapai sebesar Rp.132 triliun pajak negara, tidak mencapai target,” ungkapnya.

Untuk diketahui acara Media Gathering dan Forum Kehumasan diselenggarakan SKK Migas-KKKS Kalimantan dan Sulawesi, diantaranya Eni, Chevron, Pertamina Hulu Mahakam, Ophir, Chevron, Vico, Medco Energy dan Mubadala Petroleum, di Manado-Sultra akan berlangsung 17-18 April 2018.(ay)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website