Pertamina Diminta Jujur, Terkait Tumpahan Crude Oil di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN-Program Officer LSM STABIL Balikpapan Herry Sunaryo menilai, jawaban GM RU V Pertamina Balikpapan tidak konsisten, menanggapi persoalan tumpahan minyak di teluk Balikpapan, tersebar pesisir pantai Balikpapan. Pihak Pertamina menganggap tumpahan minyak mentah (crude oil) hanya persoalan biasa.

Saat Togar MP selaku GM RU V Pertamina  menjelaskan, sumber minyak pada saat awal  kejadian mengatnulir bahwa tumpahan minyak tersebut bukan milik dari area RU V Pertamina, Sabtu (31/3/2018). Sangat berbeda saat konfrensi pers di kantor Polda Kaltim, Rabu (4/4/2018). Pihak Pertamina baru mengakui kalau sumber minyak tumpah di telauk Balikpapan, merupakan milik dari pertamina akibat dari kebocoran pipa suplai Lawe Lawe menuju Balikpapan.
Foto: Herry Sunaryo Program Officer STABIL (dok./jb)
 
“Tentu statemen GM Pertamina itu, dapat membawa konsekuensi hukum, karena seolah mau menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya,” ungkap Herry. 

Sebelumnya kejadian tumpahan crude oil 2017, hal sama pernah terjadi dan tumpahannya hingga pantai pesisir Manggar. Hampir sama pernyataan disampaikan awalnya pihak Pertamina tidak mengakui kalau tumpahan tersebut bukan milik Pertamina. Setelah DLH (dinas lingkungan hidup) Balikpapan, melakukan investigasi ternyata tumpahan minyak tersebut adalah milik Pertamina. 

“Hal-hal seperti ini sangat bisa membawa konsekuensi hukum sebagaimana, Pasal 113 Undang-undang Nomor.32 tahun 2009 Tentang PPLH,” jelasnya.

Dalam pasal tersebut dinyatakan,”Setiap orang yang memberikan informasi palsu, menyesatkan, menghilangkan informasi, merusak informasi, atau memberikan keterangan yang tidak benar yang diperlukan dalam kaitannya dengan pengawasan dan penegakan hukum yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 ayat (1) huruf j dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.000.000.0000 (Satu milyar rupiah).” 

“Tumpahan minyak,yang terjadi Sabtu, (31/3/ 2018), bukanlah peristiwa yang dapat dipandang remeh sehingga dapat memberikan informasi sembarangan,” ungkap Herry Program Officer STABIL tersebut.

Menurutnya, akibat dari tumpahan minyak tersebut banyak  menimbulkan dampak negatif, selain menelan lima (5) orang korban jiwa meninggal dunia. Terbakarnya kapal tengker dan juga kapal nelayan, kejadian itu juga menimbulkan dampak negatif lainnya.

“Kalau kita melihat hasil pemeriksaan lapangan (groundcek) yg dilakukan oleh Kementerian KLHK melalui kawan-kawan P3EK Region Kalimantan, bahwa Luasan area terdampak akibat tumpahan minyak diperkirakan, mencapai ± 7.000 ha dengan panjang pantai terdampak ± 60 km,” tuturnya.
Foto: Togar MP GM RU V Pertamina (dok./jb)
Adapun ekosistem terdampak, berupa tanaman mangrove ± 34 Ha, di Kelurahan Kariangau, 6.000 tanaman mangrove di Kampung Atas Air, Margasari, termasuk 2.000 bibit mangrove warga Kampung Atas Air.

Selanjtunya, Margasari dan biota laut jenis kepiting mati di Pantai Banua Patra. atas kejadian tersebut, masyarakat juga mengeluhkan mual dan pusing akibat bau minyak. Akibat bau minyak yang menyengat selama beberapa terakhir, khususnya, di area atau warga yang permukiman masih terpapar tumpahan minyak.

Kondisi itu, kita dapat menemukan lapisan minyak di perairan pemukiman warga Atas Air, tiang jembatan dan tiang rumah, kolong rumah. Minyak mentah akan terlihat saat air laut terjadi pasang dan surut. Wilayah yang mengalami hal itu seperti, daerah Kelurahan Margasari, Kelurahan Kampung Baru Tengah, Keluarahan Kampung Baru Ulu dan Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat. 

Sementara analisis citra satelit oleh LAPAN tanggal perekaman 1 April 2018, dengan menggunakan data Landsat Lapan dan Radar Sentinel 1A, estimasi total luasan tumpahan minyak di perairan teluk Balikpapan, seluas 12.987,2 hektar.

Herry mengharapkan, melihat dari dampaknya maka proses penanganan, serta pemulihannya membutuhkan  energi yang cukup besar. Kami berharap pemberian informasi terkait peristiwa ini, tidak lagi dipenuhi kebohongan yang dapat menyulitkan proses penyelidikan dan penyidikan oleh pihak aparat kepolisian. 

“Kami sedang mempelajari dan akan mempersiapkan proses laporan kepihak yang berwajib terhadap informasi yang berbeda-beda yang dilakukan oleh GM RU V Pertamina Balikpapan,” pungkasnya.(ay)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website