Rusmadi-Safaruddin Jadi Perhatian Saat Debat Publik

Jumat, 27 April 2018
JAKARTA- Pujian terhadap Rusmadi datang dari penonton studio Metro TV. Rusmadi mampu menampilkan penjelasan yang rapi dengan tutur katanya. 

“Tutur kata penjelasannya rapi," kata salah satu undangan KPU Kaltim. 

Rusmadi juga selalu menyapa pendukungnya dengan salam empat jari. Ia mendapat pompa semangat dari yel-yel nyanyian "Kaltim Bermartabat" yang dijawab "Pas Dihati". Yel-yel "Rusmadi Safaruddin" dijawab dengan "Menang, menang, menang, menang."
Foto: Rusmadi-Safaruddin (dok/jb)
 Setiap celah waktu istirahat, masing-masing pendukung pasangan calon berlomba mengeluarkan suara yang paling keras. Nomor urut 1, pendukung diteriakan para remaja belia perempuan dan laki-laki yang mendominasi. 

Sedangkan, nomor urut 2, suara dari laki-laki kelompok dewasa yang sangat kuat berteriak. Adapun, nomor urut 3 dikuasai pendukungnya kaum orangtua yang masih bersemangat muda. 

Dan nomor urut 4, lebih banyak dari kaum ibu yang fanatik dengan Rusmadi-Safaruddin lebih kompak berteriak. Dan, sebagian pendukung yang hadir pengurus partai PDIP Perjuangan dan Hanura lebih tertib. 

Seluruh waktu jeda digunakan pendukung Paslon dengan tertib tanpa ada yang melanggar. Aparat dari kepolisian pun tidak banyak perlu tenaga menertibkan acara Debat Pilgub Kaltim. Hanya saja, kepolisian sangat tegang di sesi awal dalam penjagaan mencegah keributan kecil seperti terjadi pada debat publik Pilgub di Sulawesi yang juga ditayangkan Metro TV. 

Semua pasangan calon pada sesi pidato closing mengalami kebingungan. Materi yang dibawakan hanya cukup untuk 1 menit 30 detik. Namun, pelaksanaan di acara diberi waktu 2 menit. 

"Materi pidato penutup kami siapkan hanya 1 menit 30 detik sesuai kesepakatan pertemuan dengan pengisi acara televisi. Tapi, pelaksanaannya ternyata 2 menit," kata Tono, LO dari Paslon nomor urut 4.

Usai acara, Safaruddin mantan penegak hukum sempat berbicara lantang saat bersalaman dengan para komisioner Bawaslu dan KPU Kaltim. Ia meminta komisioner bersikap netral dan tidak memihak salah satu Paslon ketika menegakan aturan, baik itu penertiban algaka maupun kemungkinan intimidasi ke masyarakat dengan pembagian materi. "Harus netral, yang netral dong," kata Safar. 

Safaruddin juga menyapa para anggota kepolisian yang merupakan mantan anak buahnya yang sedang bertugas di Metro TV. 

Kejadian sesi Hadi Mulyadi sempat kehilangan undian pertanyaan. Pembawa acara Andini Effendi sempat menyuruh berkali-kali agar Hadi mencari undian. Namun, Andini yang juga membantunya tak temukan undian pertanyaan terakhir. 

"Memang tidak ada ya undian pertanyaannya. Bukan salah saya dan Bapak tak menemukannya," kata Andini yang usai itu ia mempercepat sesi iklan masuk.

Namun setelah sesi iklan ada petugas yang berusaha mencari, ternyata gulungan pertanyaan itu ada.(#Tim4Media)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website