Safaruddin, Disambut Suka Cita Desa Tanjung Aru

Sabtu, 21 April 2018
TANJUNG ARU- Kisah penderitaan masyarakat di pinggiran Kaltim yang minim perhatian, dirasakan langsung Irjen Pol (Purn) Safaruddin. Ini terlihat saat ia blusukan menuju Desa Tanjung Aru di Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser.

“Di desa ini saya seperti di rumah sendiri. Ada semangat gotong royong dan keinginan maju disampaikan warga di sini,” kata Safaruddin, Jumat (20/4/2018).

Mantan Kapolda Kaltim itu disambut suka cita oleh masyarakat Desa Tanjung Aru yang mayoritas berasal dari suku Bugis. Safaruddin dan rombongan, berangkat bersama-sama dengan kapal nelayan yang sederhana.
Foto: Safaruddin (dok/jb)
Menempuh jalur laut sekira 1 jam setengah, Safaruddin dan rombongan sampai di Desa Tanjung Aru. Mereka bahkan diarak ke salah satu rumah warga setempat untuk beristirahat. Seperti biasa, kehadiran paslon nomor 4 yang kian populer di masyarakat Benua Etam ini langsung mendapat sambutan hangat.

Selesai beristirahat, Safaruddin dan rombongan kemudian melaksanakan salat Jumat di Masjid At Taqwa Tanjung Aru. Di tempat ini, Safaruddin kembali diminta masyarakat untuk menjadi khatib. Dalam ceramahnya, mantan Kapolda Kaltim tersebut meminta agar masyarakat tidak menggunjingkan sesama. Terlebih dengan sesama muslim. 

“Perbuatan itu tentu tidak mendapat ridha Allah SWT,” paparnya, di atas mimbar.

Usai melakukan salat Jumat berjamaah, Safaruddin dan rombongan kemudian makan siang bersama di kediaman salah satu warga. Di sana, tampak tak ada batas antara Safaruddin dan masyarakat.

Memang ada jalan darat menuju Tanjung Aru, tapi jaraknya cukup jauh dari Tanah Grogot, yakni sekitar 40 Kilometer melewati hamparan tanaman sawit. Tentang kondisi jalan yang melintasi kebun-kebun sawit selalu dikeluhkan masyarakat, karena rusak parah.

"Melihat kondisi masyarakat kita di pesisir kabupaten Paser ini, saya semakin yakin masyarakat butuh perubahan besar 5 tahun mendatang. Kita lihat sendiri, infrastruktur jalan tidak laik dan harus segera diperbaiki. Masyarakat pasti sangat kesulitan beraktivitas selama bertahun-tahun," katanya.

Safaruddin bahkan menyatakan, jika terpilih nanti, pembângunan dan perbaikan infrastruktur di setiap kabupaten/kota akan menjadi prioritas.
Foto: Safaruddin bersama tokoh Desa Tanjung Aru (dok/jb)
"Di visi dan misi Kaltim Bermartabat sudah jelas. Infrastruktur menjadi salah satu program kerja utama saya dan pak Rusmadi. Kalau infrastruktur tidak dibangun dan diperbaiki, mana mungkin ekonomi kita bisa maju. Apalagi mau mensejahterakan masyarakat," paparnya.

Menurut paslon nomor 4 ini, perbaikan infrastruktur jalan tersebut secara detail tertuang dalam program unggulannya bersama Rusmadi Wongso, yakni Kaltim Mulus. Kaltim Mulus sendiri adalah program kerja utama yang menekankan semua infrastruktur jalan di Kaltim akan mulus.

 "Setidaknya dalam maktu paling lama 3 tahun," tegas Safaruddin.

Melalui program Kaltim Mulus, ia berharap dapat memberikan efek positif bagi masyarakat. Selain jalan, juga tentunya perbaikan saluran irigasi. 

"Selain itu juga bisa mendukung pembângunan industri perkebunan sawit di Kaltim seperti yang kita lihat ini," ucap Safaruddin.

Soal industri pendukung perkebunan kelapa sawit, lanjut Safaruddin, akan masuk dalam program Kaltim Swasembada. Makanya, lika dipercaya masyarakat, ia bersama mantan Sekprov Kaltim tersebut akan membangun pabrik CPO dan paprika pengolahan minyak makan. 

“Biar harga sawit di Kaltim bisa stabil. Selain itu juga harga minyak goreng di Kaltim akan jauh lebih murah karena kita bisa memproduksi minyak goreng sendiri,” jelasnya. 

PERTANYAAN WARGA
Ada hal menarik disampaikan H. Yusran, salah satu tokoh masyarakat di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser. Dia menetapkan niatnya untuk bertemu cawagub Kaltim, Irjen pol (Purn) Safaruddin.

Usut punya usut, Yusran ternyata menyimpan banyak pertanyaan untuk mantan Kapolda Kaltim tersebut. Hal itu ia sampaikan secara langsung saat kampanye dialogis Rusmadi Wongso-Safaruddin di Gedung Ondrong Sipulung, Jumat 20 April 2018.

Diantaranya  mulai dari listrik, internet, jalan, hingga nasib para nelayan di desa Tanjung Aru. Persoalan listrik sendiri, ujar Yusran, menjadi masalah utama masyarakat di Desa Tanjung Aru. 

“Karena hanya menyala dari jam 6 sore (pukul 18.00 Wita, Red.) sampai jam 6 pagi (pukul 06.00 Wita, Red.),” ungkapnya.

Seperti biasa, dalam menanggapi pertanyaan tersebut, Safaruddin terlebih dulu menjelaskan visi-misi Kaltim Bermartabat. Mulai dari Kaltim Sehat, Kaltim Mulus, Kaltim Swasembada Pangan, dan lain-lain. 

“Saya datang ke sini untuk mengetahui semua permasalahan masyarakat Kaltim,” ucapnya. 
“Saya tidak pernah lelah untuk rakyat Kaltim. Sekalipun itu di pelosok, saya akan datang,” timpalnya, yang langsung disambut riuh tepuk tangan ratusan masyarakat yang hadir.

Menurut Safaruddin, persoalan listrik di daerah pesisir dan pinggiran Benua Etam akan diselesaikan lewat visi misi Kaltim Bermartabat. “Pasti kami buatkan, pak. Listrik harus masuk ke semua pelosok, pedalaman, desa, kampung, dan lain-lain,” tegasnya.

Untuk kebutuhan internet, Safaruddin secara gamblang menyatakan sudah memiliki program khusus. 

“Internet kami akan siapkan, karena kami punya program 5000 titik internet,” jelasnya. “Begitu pula infrastruktur jalan, pasti saya prioritaskan karena salah satu program andalan kami yang harus diwujudkan,” timpalnya.

Bagaimana dengan nasib nelayan di Kaltim? “Nelayan kami bantu dengan Fish Finder Portable atau yang biasa disebut dengan alat pendeteksi ikan. Kemudian jaring dan dermaganya juga kami perbaiki,” beber Safaruddin.

Untuk diketahui, dalam kampanya dialogis ini, turut hadir, Budi Santoso (Ketua DPC PDIP Paser), Sawal (Ketua Hanura Paser), dan Agus Salim (DPD PDIP Kaltim).(#4TimMedia)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website