Subagio, Tanggapi Somasi JAL

Minggu, 29 April 2018
BALIKPAPAN-Somasi dilayangkan pihak JAL (jaringan advokat lingkungan hidup) Balikpapan atas Subagio selaku dosen di STT Migas terkait pernyataannya beberapa waktu lalu. Bahwa, pihak Pertamina tidak memproduksi minyak jenis MFO (marine fuel oil)   gruide oil atau minyak bumi. Merupakan hasil analisa laboraturium dilakukan sebatas akademisi.
Foto bersama Fathul (pertama dr kiri), Subagio (dua dr kiri) (ay/jb)
Subagiyo juga selaku kepala Laboraturium di STT Migas dirinya tidak pernah menyatakan jenis gruide oil atau minyak bumi bukan produksi Pertamina RU V Balikpapan. Ia menyatakan jenis MFO (marine fuel oil) tidak diproduksi Pertamina Balikpapan.

“Kami juga melakukan hasil analisa laboraturium bukanlah sampel orijinalnya. Melainkan sampel diambil dari gruide oil terbawa ke pinggiran pantai,” ungkapnya. 

“Sebelumnya juga, analisa lab kami dilakukan bukanlah mencari penyebab kebakaranya. Melainkan, analisa akdemisi yang berkaitan dengan kampus kita tentang perminyakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengerahan mahasiswa dalam pembersihan minyak akibat bocornya pipa suplay kilang Pertamina dari Lawe-lawe ke Balikpapan, telah melakukan safety breafing. Seperti, penggunaan APD (alat pelindung diri) saat pembersihan dilaksanakan. 

“Minyak yang kami bersihkan, kita masukan dalam karung selanjutnya diserhkan ke pihak Pertamina dan dibuatkan berita acara penyerahan,” ungkap Subagio.
Foto: Subagio (ay/jb)
Menurutnya, pihaknya secara terbuka dengan pihak dan organisasi lain bilamana ada hal yang perlu diklarifikasi khususnya berkaitan dengan semburan minyak Pertamina di Teluk Balikpapan, Sabtu (23/4/2018) lalu. 

Harapanya, agar apa yang dilakukan selama ini demi kebaikan kita bersama agar masyarakat Balikpapan tetap merasa aman demi perbaikan dimasa datang.

Sementara Direktur Eksekutif Jaringan Advokat Lingkungan Hidup (JAL) Fathul Huda Wiyashadi mengatakan, pemaparan disampaikan pihak STT Migas dapat diketahui dengan jelas sejauhmana analisa laboraturium dilakukan sehingga, pihak JAL dapat memahami hal tersebut.

“Somasi telah dilayangkan beberapa waktu lalu dinilai tidak ada masalah lagi. Kedepan diperlukan koordinasi yang baik demi perbaikan masyarakat agar adanya sinkronisasi pernyataan disampaikan,” ungkap Fathul.(ay)  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website