Warga Gunung Manggah, Perlukan Prioritas Pendidikan

Minggu, 29 April 2018
SAMARINDA- Masa kecil Rusmadi Wongso di Samarinda, sebagian dihabiskan bersama-sama warga Buton yang banyak mendomisili di Gunung Manggah, Samarinda Ilir. Kehadiran Calon Gubernur Kaltim di perkampungan warga asal Sulawesi Tenggara itu, Minggu (29/4/2018), seperti bernostalgia dengan kawan-kawan lama.

"Saya masih kecil sering main di gunung manggah," kata Rusmadi yang pernah menjabat Kepala Sekolah Tunas Kelapa dan Sekolah Kosgoro. Rusmadi kecil bersama orangtuanya tinggal di Gang Apel Sungai Dama yang bertetanggaan dengan Gunung Manggah.
Foto: Rusmadi Wongso di tengah warga Manggah (dok/jb)
Sambil bernostalgia, Rusmadi menyelipkan program unggulan yang sudah disusunnya ketika kelak menjadi gubernur dan wakil gubernur Kaltim 2018-2023. Program itu bernama ‘Kaltim Bermartabat’ dengan Dasacita atau 10 program kerja, diantaranya adalah Kaltim Cerdas. 

Dalam program Kaltim Cerdas Rusmadi akan menyalurkan beasiswa dan wajib sekolah 12 tahun bagi anak-anak. Dia mengajak warga Buton untuk menyekolahkan anak-anak mereka setinggi mungkin, dengan memanfaatkan fasilitas yang nanti diberikan pemerintah berupa beasiswa.

"Saya berjanji memberi bea siswa terutama bagi anak-anak masyarakat gunung Manggah yang berprestasi dan yang kondisi ekonominya tidak mampu. Anak-anak harus sekolah wajib 12 tahun dan kalau orangtuanya tidak mampu nanti dibiayai pemerintah," kata Rusmadi yang lahir di kota Samarinda, 30 Oktober 1962.

Selain soal beasiswa yang bisa dimanfaatkan warga Buton meraih cita-cita, Rusmadi juga mengatakan pada tahun pertama ketika mendapat amanah Gubernur Kaltim, masyarakat harus memiliki kartu BPJS.
Foto: Seni budaya warga Buton (dok/jb)
"Insya Allah, saya ketika diberi kepercayaan amanah Gubernur Kaltim pada tiga bulan pertama akan menyelesaikan masalah rumah sakit Islam di Selili agar bisa dibuka dan melayani masyarakat gunung Manggah," jelas Rusmadi. 

Rusmadi memberi apresiasi masyarakat gunung manggah yang semangat bekerja dalam kegiatan sehari-hari. Selain itu, Rusmadi juga memuji masyarakat Buton dalam memelihara budayanya. 

"Saya disambut tarian mangaru dan pencak silat khas Buton. Ini bertanda masyarakat Buton sangat cinta dengan budaya yang juga pasti mencintai leluhur kita," ujar Rusmadi. 

Rusmadi juga akan berusaha membantu masyarakat gunung Manggah dengan memperbaiki bangunan pertemuan. "Insya Allah, nanti lebih megah tempat pertemuan ini," katanya. 

Kepada remaja Gunung Manggah, Rusmadi juga menyemangati agar rajin belajar dan meraih cita-cita. "Saya anak tukang las tapi bisa menjadi dosen lalu menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim karena belajar dengan menempuh pendidikan," katanya. 

Ketua Ikatan Pemuda Manggah, Ade mengatakan pihaknya terima kasih kepada Rusmadi mau datang ke Gunung Manggah meski cuaca hujan. 

"Mudahan, Bapak Rusmadi tidak kapok ke gunung Manggah yang bikin manggah (Capek-red) kalau kesini," katanya, bergurau. 

Rusmadi usai memberi sambutan, disuguhkan makanan khas Buton dan tarian pencak silat. Beberapa pemuda masyarakat Gunung Manggah langsung maju di arena menunjukkan pertarungan silat. Empat pasang pencak silat saling duel adu kekuatan. 

Tak mau kalah, Rusmadi juga turun melawan pendekar pencak silat Gunung Manggah. Rusmadi mengacungkan tangannya. Dua kali pukulan mendarat di tangannya. Tapi, Rusmadi belum roboh. Kemudian, dada dan perutnya ditantang untuk dipukul, namun sayang pemuda gunung Manggah enggan melawan. Ini lalu disambut Rusmadi dengan tawa canda.(#4TimMedia)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website