Yudi Tobs, Pihak Pertamina Tetap Bertanggung Jawab, Semburan Minyak Teluk Balikpapan

Minggu, 29 April 2018
BALIKPAPAN-Koordinator Koalisi Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan Yudi Tobs mengatakan, penetapan tersangka kasus tumpahan minyak di Balikpapan oleh Ditreskrimsus Polda Kaltim tersangka berinisial ZD, nahkoda MV Ever Judger dinilai perlu penyelidikan lebih cermat lagi.

Menurutnya, meski penetapan tersangka menjurus ke nahkoda kapal MV Ever Judger. Tidak terlepas dari tanggung jawab pihak RU V Pertamina, sesaat setelah kejadian.

“Mestinya ada SOP (standar operasional presuder) penanggulangan secara cepat harus dilakukan sesaat setelah kebocoran pipa,” ungkapnya.
Foto: Yudi Tobs (ay/jb)
“Tidak serta merta menyalahkan pihak kapal MV Ever Judger saja. Dikarenakan kapal ingin berlabuh di wilayah teluk Balikpapan melibatkan berbagai pihak seperti, kepanduan dan lainnya. Tidak serta merta juga pihak Pertamina tanpa ada kesalahan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Kaltim bersama Kabid Humas Polda Kaltim menyatakan hasil penyidikan penetapan tersangka setelah melalui serangkaian investigasi menyeluruh pada 55 saksi, termasuk masyarakat yang melihat adanya tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan sekitar pukul 03.00 wita Sabtu (14/3/2018) lalu.
Termasul lima orang keluarga korban, saksi dari Kesyahbandaran dan Otoritas Kepelabuhan (KSOP) Kota Balikpapan, empat orang dari Pelindo IV, 23 orang dari Pertamina, enam awak MV Ever Judger dan polisi yang melihat langsung di tempat kejadian perkara ikut dimintai keterangan.
Selain menerjunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor), polisi sudah meminta keterangan ahli, dari Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG), Pusat Hidro-Oseonografi TNI AL (Hidoprosal) ahli batu bara dari Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementrian ESDM, dan ahli hukum dari Universitas Gajah Mada.
Sejumlah barang bukti sudah diperiksa, seperti Kapal MV Ever Judger, log book, elektronik navigation chart di haluan kapal, dokumen kapal, serta pipa bawah laut milik Pertamina yang putus sepanjang 49 meter yang berhasil diangkat di kedalaman 22 meter di dasar teluk Balikpapan.
Direktur Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani, saat olah TKP, tim labfor telah mengambil dan memeriksa materil yang menempel di pipa, di antaranya beton, kawat yang dicocokkan dengan material yang ada di jangkar sebelah kiri MV Ever Judger, yang diduga menyentuh dan menarik pipa sejauh 120 meter dari posisi awal.
“Menurut keterangan saksi pemeriksa, memang terdapat kesesuaian dan jadi petunjuk dan alat bukti yang dipakai untuk menetapkan ZD (sebagai tersangka),” ungkapnya.
“Dengan resmi ditetapkan tersangka kami berikan tembusan ke Imigrasi kelas 1 A Balikpapan untuk melakukan pencekalan terhadap yang bersangkutan,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani, Kamis (26/04/2018) lalu.
“Untuk pemeriksaan saksi dan komunikasi ke kedutaan Tiongkok, kami sudah komunikasi dengan kedutaan besar Tiongkok (untuk Indonesia) di Jakarta,” pungkas Ade Yaya.(*/red)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website