KPPU Inspeksi RPH Balikpapan

Minggu, 27 Mei 2018
BALIKPAPAN-Masih dalam suasana bulan Ramadan, KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) Balikpapan bersama aparatur pemerintah kota Balikpapan melakukan penyelidikan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kariangau, Jumat (25/5/2018). Acapkali, daging sapi selalu mengalami kenaikan harga, khususnya, di  bulan Ramadan. 

Kepala RPH Balikpapan Toto Tidarto mengatakan, kebutuhan daging sapi di pasar-pasar sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Keberadaan RPH  melakukan pemotongan sapi sebanyak 20 ekor per malam.
Foto: Rombongan KPPU saat inspeksi di RPH Kariangau (fadli/jb)
Daging tersebut akan dibagi di pasar-pasar tradisional yaitu, Pasar Baru, Pasar Pandan Sari, Pasar Klandasan, Pasar Sepinggan dan Pasar Rapak, ungkapnya. 

"Sebelum dilakukan pemotongan, akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan dan memiliki surat layak di potong. Adapun persyaratan khusus sapi yang dipotong. Diantaranya, berumur 8 tahun dan sudah beranak sebanyak 5 kali,” jelasnya.

“Tidak produktif, mengalami kecelakaan yang berat. termasuk mengalami cacat tubuh yang bersifat genetis sehingga tidak baik untuk ternak atau bibit,” ulasnya.

Adapun sapi potong di RPH mayoritas dari luar daerah Balikpapan. 

“Jadi sebelum sapi masuk di RPH, kami cek ulang termasuk dari kesehatannya, dan alhamdulillah sapi sehat dan terhindar dari penyakit, atau yang biasa disebut cacing pita. Sejauh ini jarang kami temukan adanya hal seperti itu,  terkecuali di saat lebaran Idu Ad'ha,” tambah Toto Tidarto. 

Ketua KPPU Kalimantan Timur Abdul Hakim Pasaribu mengatakan, sidak ini sebenarnya bagian dari koordinasi dan sinergitas untuk menghindari inflasi. Antara KPPU, Satgas pangan, Tim pengendalian Inflasi. Ini sebenarnya tindakan reftentif kami, jangan sampai harga daging sapi naik. 

“Kami tahu, bahwa daging ayam broiler naik. Memang ada beberapa faktor yang membuat ayam broiler naik, ungkapnya.
“Saat ini kami mendapatkan informasi tentang kecukupan pasokan daging sapi. Karena biasanya, dihari-hari besar keagamaan sangat mungkin ada potensi untuk memanfaatkan momentum untuk kenaikan harga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan mendapatkan informasi dari kepala Unit Pemotongan Ternak (UPT) Balikpapan. Pasokan daging sapi, dinilai cukup untuk melayani selama bulan suci Ramadan. Adapun kenaikan harga, biasanya permintaan pasokan akan naik sekitar se-Minggu menjelang lebaran. 

Ia mengharapkan, kepastian stok daging sapi agar tidak dilakukan penahanan stok. Karena daging sapi semestinya harus daging segar. Telah diatur pemerintah, daging sapi beku yang seharga Rp.80.000,-. Setelah ada alternatif daging sapi beku, Jumlah yang di potong di RPH pun berkurang. Agar masyarakat memahami, kalau daging sapi segar dan beku terdapat perbedaan harga

Adapun bagian dari inspeksi ini, untuk melihat perkembangan pasokan, dan rencana proyeksi sampai menjelang lebaran, dan kepastian ketersediaan pasokan.
Foto: Proses pemotongan sapi di RPH Kariangau (fadli/jb)
"Untuk sementara dari pantauan lapangan untuk harga di wilayah Kaltim dinilai masih stabil. Balikpapan dan Samarinda harga juga masih normal belum ada kenaikan. Harga daging beku Rp.80.000,- perkilo kalau daging segar Rp.120.00,- perkilo,” ungkap Pasaribu. 

“Demikian juga dari hasil laporan Satgat Polres Balikpapan dan Polda Kaltim. Untuk pengawasan pihak satgas akan melakukan penyelidikan, jika terdapat dugaan kenaikan harga. Sampai saat ini dinilai masih aman dan stok masih cukup, Pungkasnya Kasubdit Sagtas Polres AKBP Seber Kombong.
Penulis: Fadli
Editor: A. Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website