Pacitan Kekurangan 1.700 Tenaga Guru dan ASN

Rabu, 2 Mei 2018
BALIKPAPAN-Selain DPRD Balikpapan menerima kunjungan kerja dari DPRD Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), dewan juga menerima kunjungan dari DPRD Kabupaten Pacitan. Anggota Komisi I DPRD Pacitan bersama rombongan diterima DPRD Balikpapan di ruang rapat Paripurna, Rabu (2/5/2018).

Rombongan DPRD Pacitan diterima Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle dan satf dari Kepegawaian pemkot Balikpapan.
Foto: Penyerahan cindera mata DPRD pacitam (ay/jb)
 Wakil Ketua Komisi I DPRD Pacitan Sri Widowati mengatakan, dalam kunjunganya ke Balikpapan guna mengetahui pengelolaan ASN (aparatur sipil negara), termasuk memperjuangkan nasib para tenaga honor dalam kategori K2 (kategori kedua).
Menurutnya, kondisi ASN se-indonesia hampir semuanya sama. Beberapa hal disampaikan pihak staf kepegawaian pemkot Balikpapan, Roby mengatakan, penanganan ASN di Balikpapan tentunya sesuai dengan regulasi secara nasional. Adapaun, peningkatan kinerja pemkot telah menyediakan formula agar hasil gaji didapatkan dalam perbulan juga sesuai dengan standar layak hidup di Balikpapan.
Ada formulasi untuk meningkatkan kedisiplinan. Dikaitkan dengan kesejahteraan pegawai, dan berhak mendapatkan penghasilan layak melalui perda dengan tambahan penghasilan,” kata Roby.
Foto: Sri Widowati (ay/jb)
“Tentunya, yang diberikan bisa dipertanggung jawabkan diantara ASN terdapat perbedaan. Formulasi tersebut sudah berjalan selama dua tahun. Sampai saat ini perubahan peningkatan kinerja sangat signifikan, disesuaikan dengan performa pegawai bersangkutan. Termasuk adanya bantuan kesehatan KORPRI dan Umroh PNS,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Pacitan Sri Widowati kembali menyatakan, pihaknya masih kekurangan sekitar 1.700 tenaga guru, meski Pacitan sendiri memiliki sebanyak 8.000 ASN yang tersebar di wilayah Pacitan. Selain kondisi geografis yang dominan perbukitan sangat mempengaruhi tenaga ASN.
“Pihaknya juga akan memperjuangkan nasib tenaga guru honor yang telah mengabdikan diri puluhan tahun atau masuk dalam K2 sekitar 180 honorer, hingga saat ini belum diangkat sebagai ASN,” tandasnya.
 Penulis/ editor: A. Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website