Pakar Menilai Para Paslon Cawagub Kaltim 2018

Rabu, 23 Mei 2018
SAMARINDA-Bagaimana menilik masa depan Kaltim via APBD? Pertanyaan ini kerap diungkapkan sejumlah pakar saat menyikapi pelbagai program masing-masing paslon di Pilgub Kaltim.

Prof. Bernatal Saragih, contohnya. Dia menguraikan, masing-masing paslon memiliki tagline. Seperti Kaltim Bermartabat, yang menjadi simbol Dasacita cagub Rusmadi Wongso dan cawagub Irjen Pol (Purn) Safaruddin 5 tahun mendatang.
Foto: Rusmadi-Safaruddin (dok/jb)
Bagi Bernatal, masyarakat bisa menilik lebih dalam program Kaltim Bermartabat. Indikatornya tentu tak sekadar baik dan bagus, melainkan apakah bisa diimplementasikan atau tidak. 

"Masyarakat tentu butuh bukti. Program ini masuk akal enggak? Apa bisa dijalankan setelah Pilgub atau tidak?" ucapnya, saat dihubungi media ini. 

"Saya sudah kulik program kerja Kaltim Bermartabat, dan memang masuk akal dan bisa diimplementasikan dalam 5 tahun," timpalnya.

Bernatal menyebut, banyak question template yang ditujukan kepada paslon nomor 4; cukupkah APBD Kaltim menjalankan program Kaltim Bermartabat? Lalu bagaimana siasat Rusmadi-Safaruddin mengatasi anggaran Kaltim yang terus merosot?
Politik anggaran yang akan diubah Rusmadi-Safaruddin, diakui Bernatal menjadi kunci kepercayaan publik terhadap paslon birokrat dan aparat keamanan ini.

"Politik anggaran yang saya simak adalah bagaimana mengubah kebiasaan lama yang bikin boros menjadi kebiasan baru yang efisien. Saya sangat setuju dengan pola ini. APBD kita sekira Rp 8 triliun. Kedepan, bisa jadi anjlok menjadi Rp 5,4 triliun. Strategi menempatkan APBD kita di masing-masing urgent post justru baik agar tepat sasaran," urainya. Pola dan strategi ini juga mampu meminimalisir kebocoran penggunaan APBD yang selama ini banyak terjadi.

Pernyataan Bernatal ini sendiri didasari dari selisik, APBD Kaltim dari tahun ke tahun yang mengalami naik-turun selama 6 tahun ke belakang. Pada 2011, APBD Kaltim Rp 11,47 triliun. Lalu pada 2012, naik Rp 14,74 triliun. Puncaknya terjadi di tahun berikutnya, APBD Kaltim menjadi Rp 15,13 triliun.

Masa-masa suram kemudian terjadi pada 2014. APBD Kaltim anjlok menjadi Rp 12,33 triliun. Dua tahun berikutnya, makin merosot. Yakni menjadi Rp 11,53 triliun dan Rp 10,9 triliun.

Dalam analisis Bernatal, salah satu poin penting dalam program Kaltim Bermartabat adalah kecondongan terhadap perbaikan infrastruktur di Benua Etam. Konsepsi ini tentu sejalan dengan Pemerintah Pusat yang mendorong percepatan infrastruktur sebagai bagian dari percepatan ekonomi.


"Perbaikan infrastruktur yang direncanakan pak Rusmadi dan pak Safaruddin itu tepat. Bagaimana mungkin ekonomi kita bisa membaik kalau infrastrukturnya tidak direhabilitasi? Poin ini tentu mendorong sektor lain untuk berkembang, mulai dari pertanian, ketersediaan pangan, dan lain-lain," bebernya.

Soal infrastruktur, Bernatal menjelaskan, tiga proyek di Kaltim  tahun lalu  memberikan tambahan pertumbuhan sekitar 1,1% terhadap ekonomi. Ketiga proyek tersebut, seperti dikutip dari Kajian Ekonomi Regional Bank Indonesia, adalah jalan tol Balikpapan-Samarinda, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), serta pembangunan Kilang Minyak Bontang dan peningkatan kapasitas Kilang Minyak Balikpapan. 

Namun, kajian yang menggunakan metode computable general equilibrium (CGE) BI Kaltim tahun 2015 itu, mengungkapkan bahwa proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat itu memerlukan waktu yang lama dan proses tidak cepat.
Foto: Rusmadi Wongso (dok/jb)
Bernatal sendiri optimistis, pengaruh politik saat ini bisa menguntungkan Kaltim. Hubungan antara daerah dan pusat, bisa menjadi titik temu paling masuk akal karena Rusmadi-Safaruddin diusung oleh PDIP --yang tak lain adalah parpol utama pengusung Pemerintahan Pusat.

Dibagian lain, Bernatal mengakui kepiawaian Rusmadi dalam menyusun rencana pembangunan 5 tahun mendatang. Kehadiran pelbagai perusahaan di seantero Kaltim, justru dioptimalkan untuk bersinergi dengan program Pemprov Kaltim. 

"Saya lihat baik pak Rusmadi dan pak Safaruddin satu statement soal ini di media. Mereka akan mengoptimalkan CSR perusahaan sebagai salah satu bagian penting dalam membangun Kaltim. Ini tentu jadi perspektif baru bagaimana Pemprov Kaltim mau turun gunung untuk mengatasi masalah yang terjadi di grassroot," tukasnya.
Rilis: #4TimMedia
Editor: Redaksi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website