Pengisian Form C1, Bagi PPK, PPS Harus Sempurna

Sabtu, 12 Mei 2018
BALIKPAPAN-Ketua KPU Balikpapan M. Noor Thoha mengatakan, setiap petugas PPK dan PPS (Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara), harus mengetahui tahapan pemungutan dan perhitungan suara dengan sempurna. Khususnya, dalam suksesi Pemilihan Gubernur (pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim) 2018.  

Semua tahapan dalam pilgub Kaltim petugas harus memahaminya dengan benar dan sempurna. Akan menjadi musibah besar bagi KPU Balikpapan bila petugas PPK dan PPS tidak memahami tahapan pemilihan seperti, pengisian data form C1 dalam pilgub kaltim 2018 ini,  demikian dikatakan Noor Thoha usai pembukaan Bimtek Pemungutan dan Penghitungan Suara bago PPK, PPS di Grand Tiga Mustika, Sabtu (12/5/2018).
Foto Komisioner KPU Balikpapan (ay/jb)
Menurutnya, materi Bimtek ini menjadi keharusan bagi petugas PPK dan PPS, semua petugaspun sebuah keharusan untuk mengikuti kegiatan ini. Maka pihaknyapun menerapkan pola agak lebih disiplin. Karena hal ini dinilai betul-betul rohnya pemilu yang akan menjadi perhatian dari semua pihak.

“Bayangkan kalau satu orang PPK atau PPS tidak paham, dalam satu Kelurahan. Berati terdapat satu Kelurahan yang akan tidak paham. Dampaknya akan kacau semua, salah sedikit saja dalam pemungutan kita bisa digugat,” ungkapnya.

“Makanya, harus tertib sesuai dengan mekanismenya aturan, urut-urutanya, dan lain sebagainya,” tegas Noor Thoha. 

Selain, Bimtek diikuti semua petugas PPK, PPS. KPU Balikpapan juga mengadakan, pretest bagi PPK dan PPS. Tujuanya untuk melakukan evaluasi, terhadapa yanga ada dalam pengetahuan dan otak mereka. Mengenai, berbagai soal tentang materi tersebut. 

Noor Thoha menambahkan, setelah dilakukan pretest akan dilakukan postest, outputnya akan kelihatan. Sejauhmana pengetahuan mereka mengenai materi disampaikan. Bila, terdapat peserta hanya mampu menguasai materi 25% maka akan harus dilakukan pengulangan hingga mencapai hasil 100%.
Foto: Peserta Bimtek PPK, PPS Balikpapan (ay/jb)
“Setelah itu, kita lihat outputnya, baru kita lihat nilainya, berapa nilainya, kalau nilainya meningkat, berarti materi masuk. Kalau tidak meningkat kita akan ulangi lagi. Sampai betul-betul mereka paham,” jelasnya.

“Karena ini mereka harus paham, isi form C1, hal ini harus dipahami secara benar. Karena formulir  C1 itulah selama ini, menjadi diperdebatan di mana-mana. Gugatan pasangan calon peserta pilgub dan pemilu ya C1 itu. Kalau C1 saja, salah-salah pengisianya ya, kan ini musibah,” cetus Noor Thoha. 

Untuk diketahui, Form C1 merupakan  isi dari hasil rekapitulasi suara, mulai dari perolehan suara calon, suara sah tidak sah, surat suara yang digunakan, siapa yang menggunakan, berapa yang menggunakan.
Foto: M. Noor Thona Ketua KPU Balikpapan (ay/jb)
Noor Thoha melanjutnkan, dalam rekap nantinya, harus betul-betul sempurna, dihari pelaksanaan pemungutan. Form C1 akan discan dan langsung diupload  dan di onlinenkan. Hal inilah menjadi menjadi perdebatan selama ini dan sangat krusial. 

“Sehingga, ruhnya pemilu itu ya C1 itu, orang sampaik ke MK ke pengadilan ya C1 itu. Maka itulah ilmu kita akan ditransferkan ke PPK, PPS mengenai tata caranya dan kita matangkan,” harapnya.

“Sebanyak 102 petugas PPS dan 30 dari PPK se-Balikpapan ikut dalam Bimtek tersebut, harus seratus persen memahami materi disampaikan, dan dilakukan tes satu persatu, hingga paham secara sempurna,” tandasnya.
Penulis: Yani/ Roni
Editor: A. Yani
  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website