Rumah Cagar Budaya, Perkenalkan Kaligarafi Islam

Rabu, 23 Mei 2018
BALIKPAPAN-Komunitas Kaligrafi Balikpapan memperkenalkan sebuah karya yang melalui tulisan Al Qur'an atau dalam berbahasa arab, melalui lukisan dan gambar.

Oleh sebab itu, komunitas kaligrafi Balikpapan memperkenalkan sebuah pentas atau pameran kaligrafi yang pertama di Kota Balikpapan. Tepatnya di rumah Cagar Budaya, Pertamina-Dahor Balikpapan Barat, berlangsung selama 7 (tujuh) hari mulai tanggal 18-24 Mei 2018.
Foto: Muhaimin bersma peserta Kaligrafi (fadli/jb)
Selain pameran kaligrafi, Komunitas ini juga mengadakan pelatihan cara membuat kaligrafi dari dasar hingga teknik mewarnai. Adapun peserta ikut serta dalam pelatihan sangat beragam dari pelajar, mahasiswa, pekerja dan masyarakat umum

Ketua pelaksana Haris mengatakan, kegiatan tersebut untuk memperkenalkan kaligrafi ke berbagai kalangan dan baru pertama di Balikpapan. Kaligrafi pun terdiri 4 (empat) cabang. diantaranya, naskah, mushab dan kontem. 

“Kami ucapkan terima kasih kepada ketua rumah cagar budaya Dahor dan Pertamina Balikpapan, acara berjalan lancar,” kesanya.

"Acara ini cukup bagus dan menambah wawasan karena pameran kaligrafi sudah jarang di temui. Alhamdulillah kami bisa lihat kembali lagi oleh komunitas kaligrafi Balikpapan. Apalagi kami sebagai pelajar,” kata Septia seorang pelajar dari SMKN 2 Balikpapan.
 
Adapun selaku Ketua Rumah Cagar Budaya-Dahor, Didit Anggrat mengatakan, acara tersebut juga salah satu bentuk perhatian pertamina, yang mempunyai kawasan Dahor. Bahwa, kawasan rumah Cagar Budaya , menjadi salah satu Kawasan Cagar Budaya di Balikpapan

Kawasan cagar budaya ini terdiri dari 9 (sembilan) rumah, salah satu fungsinya yaitu, memberikan kesempatan kepada komunitas-komunitas Balikpapan untuk melaksanakan kegiatan disini. Khususnya, yang mempunyai nilai pendidikan, sosial dan budaya. Kamipun akan selalu support, terangnya. 

Dalama kegiatan kaligrafi islam tersebut, nampak hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Muhaimin, memberikan tanggapan bahwa, kegiatan ini sangat positif. Pertama dalam bulan suci Ramadan, kegiatan dilaksnakan semoga mendapat berkah. Selanjutnya, membuat kegiatan yang sangat positif bagi pelajar. 

"Di sela anak-anak kita berpuasa kemudian yang hanya belajar ngaji atau tadarus dan sekarang mendapatkan ilmu baru yaitu kaligrafi islam. Kalau dipelajari dan hasilnya bagus bisa menjadi suatu keahlian dan kalau keahlian didapat bisa menjadi income buat anak-anak kita,” ungkapnya.

“Kegiatan Kaligrafi ini bisa dikatakan pertama kali diadakan Balikpapan, yang ada disini sangat bagus, apalagi anak Balikpapan dan yang kedua harus sering banyak event, dan paling jarang ada event, paling cuma ada saat MTQ saja,” jelas Muhaimin.

Jadi harus perlu ada, seperti peringatan hari besar islam, itu juga harus ditampilkan dan harus juga a ada pembekalan kepada anak-anak. Sehingga, seni kaligrafi begitu dicintai dari anak-anak kita,” harapnya.
Penulis: fadli
Editor: A. Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website