Sedikitnya, 3.500 Mangrove Mati, Akibat Crude Oil

Rabu, 23 Mei 2018
BALIKPAPAN-Sekitar akhir bulan Maret 2018 lalu, kejadian semburan minyak mentah (crude oil) di teluk Balikpapan Barat, Balikpapan. Sejumlah tanaman Mangrove terkena dampak tersebut. Hingga kini, mangrove terkena minyak mentah itu saat ini terlihat mati dan kering.

Sedikitnya, 3.500 tanaman  magrove di wilayah Balikpapan Barat saat ini mati. Sebelumnya tanaman hutan mangrove memiliki beberapa keterkaitan dan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Baik fungsinya dalam penyediaan bahang pangan, papan, dan kesehatan, serta kontribusinya terhadap lingkungan.
Foto: Suryanto (fadli/jb)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Suryanto mengatakan, sebenarnya mangrove yang dicabut pada saat itu, memindahkan persoalan dari laut ke darat. Karena mangrove yang terkontraminasi itu di pindah ke darat. 

Tapi itu sudah terlanjur, tidak apa-apa. Mangrove yang dicabut itu akan kita hidupkan/ tanam lagi dengan jumlah tiga kali lipat dari yang mati,” Ungkapnya di sela acara buka bersama di rumah kediaman Walikota Balikpapan, Jumat (18/5/2018) lalu.

"Kalau kerugian materi, hingga ini bisa dirupiahkan. Tetapi kalau kerugian fisik ya pasti rugi. Ya namanya musibah, harus kita atasi bersama antara pemerintah, masyarakat dan perusahaan, tegasnya. 

Sebenarnya kami sudah dibantu warga, ada sebagian yang dicabut karena mati. Tapi kami sampaikan untuk menunggu, karena paling tidak kalau dicabut memindahkan, masih ada sisa ada tumpahan minyak,” pungkasnya.
Penulis: Fadli
Editor: A. Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website