"Ulama Peduli Inflasi," Tekan Lonjakan Harga di Bulan Ramadan

Kamis, 3 Mei 2018
BALIKPAPAN-Menyambut Bulan Ramadan, MUI Balikpapan mengadakan agenda silahturahmi dan rapat koordinasi (Rakor) Lembaga Dakwah Islamiyah Tahun 2018 M/ 1439 H. Turut serta dalam acara itu, jajaran pemkot Balikpapan dan Bank Indonesia (BI) sekaligus, menjadi tuan rumah. Acara tersebut sudah menjadi agenda tahunan, saat menjelang Bulan Suci Ramadan.  

Pemimpin BI Cabang Balikpapan Suharman Tabran mengatakan, pihaknya dan pelaku perbankan saat menjelang Bulan Ramadan akan melakukan antisipasi, biasanya cenderung terjadi kenaikan bahan pokok. Seperti, jenis makanan dan kebutuhan lainnya.
Foto: Suharman Tabran (fadli/jb)
“Setiap menjelang Ramadan kami selalu melakukan langkah antisiapasi adanya kenaikan harga sembako,” ungkapnya.
 
"Antisipasi itu, kami sudah menyiapkan program dalam wadah PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Bank Indonesia bersama pemkot, Dinas terkait dan pihak-pahak lain. Ini adalah gerakan bersama Bank Indonesia, MUI Balikpapan dan pemerintah kota,” jelas Suharman.

“Kami juga menghimbau untuk bijak berbelanja, selama Bulan Ramadan dan setelahnya. Hal itu juga, sudah pernah dilakukan beberapa waktu yang lalu dan ditahun sebelumnya. Kali ini juga sama untuk mencapai kesetabilan inflasi dan kebutuhan masyarakat bisa optimal,” ungkap Suharman.

Dalam kesempatan sama Sekretaris MUI Balikpapan,  Jaelani mengatakan, sesuai dengan tema acara, “Ulama Peduli Inflasi” merupakan spontanitas panitia dengan melihat kondisi ekonomi. 

Sebagaimana pengamatan BI Balikpapan, untuk menekan lonjakan harga di pasaran bukan hanya peran dari pihak BI atau perbankan. Salah satu peran penting dari para ulama untuk menyampaikan dan mensosialisasikan kondisi ekonomi ke-masyarakat.
Foto bersama peserta Rakor MUI-BI (fadli/jb)
Melalui peran ulama dan bahasa agama itu perlu juga, sehingga keterlibatan ulama untuk bicara inflasi nanti akan diberikan pemahaman dari pimpinan Bank Indonesia. Peran ulama juga mendapatkan materi sebagai bahan ceramah. Seperti,  tidak melakukan penimbun barang, tidak menaikan harga, dapat menyusahkan masyarakat, pungkasnya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, acapkali saat Bulan Ramadan perputaran keuangan cukup tinggi. Seperti, memenuhi kebutuhan berbuka dan sahur, di lokasi Bazar Ramadan,  maraknya pasar-pasar malam, Pasar tradisional dan meningkatnya pengunjung di pusat perbelanjaan.

Penulis: Fadli
Editor: A. Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website