Seleksi Komisioner Ombusdman Kaltim, Dinilai Sarat Kepentingan

Kamis, 7 Juni 2018
SAMARINDA-Terpilihnya Kusheryanto sebagai Ketua Ombudsman RI Kaltim sepertinya dapat berbuntut panjang, Selasa (5/6/2018).

Sejumlah Ormas kedaerahan seperti Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB) dan Persatuan Suku Asli Kalimantan (PUSAKA) menyayangkan proses asesmen diduga berjalan tidak fair.

Kusheryanto sebagai assesmen senior ORI (Ombusdman RI) Pusat disinyalir terkesan dipersiapkan untuk menjadi ketua ORI Kaltim. Ada dugaan asesmen yang dilakukan ORI pusat hanya formalitas saja.
Foto: Wahdiat Algahazali (ton/jb)
Ketua GRKB Kaltim Wahdiat Algahazali mengatakan, menyayangkan cara ORI pusat melakukan asesmen yang cenderung hanya akal-akalan dan pemborosan anggaran negara, saat dihubungi melalui telpion selulernya.

“Bayangkan saja masa level S1, bisa mengalahkan Doktor, Rusdiana itu kan bergelar Doktor, masa kalah dengan S1," tegas Wahdiat.

Menurutnya, GRKB akan segera menyurati ORI pusat untuk membatalkan keputusan penetapan kusheryanto sebagai ketua ORI Kaltim.

"Ini lembaga pengawasan, kok melakukan praktek yang tidak benar seperti ini," bebernya.

Secara terpisah, Ketua DPW Pusaka Kaltim, Rachmadansyah merasa keberatan atas keputusan pengangkatan Kusheryanto yang cenderung sebagai titipan oknum pejabat ORI pusat.

“Mending tidak perlu ada ORI Kaltim, saya yakin hasil asesmen itu bukan Kusheryanto pemenangnya. Terbukti saat Rusdiana dikonfirmasi ketika dilakukan asesmen, Kusheryanto keceplosan bilang ke-Rahmawati (salah satu peserta seleksi ORI Kaltim-Red). Bahwa, asesmen ini hanya formalitas,” ungkap Rachmadansyah.

“Sebagai Ketua DPW Pusaka Kaltim, meminta pembatalan keputusan ini dan meminta hasil asesmen ditransparansikan ke-publik. Berharap Rahmawati sebagai putra daerah yang terpilih mengingat dia seorang akademik dan berprestasi,” harap Rachmadansyah.

Sedangkan seorang Aktivis Pendidikan, Wahyudi sudah lama memantau asesmen seleksi komisioner ORI kaltim. Iapun sudah curiga, hasilnya pasti mengecewakan ada permainan orang pusat.

Dengan kasusu ini, Wahyudi akan melakukan gerakan menolak Kusheryanto dan melaporkan kecurigaan ini ke pihak KPK dan Presiden. Dinilai ORI Pusat bermain dalam asesmen ini. Kalau dibiarkan negara ini akan dirusak oleh oknum yang sengaja melakukan praktek tidak benar," pungkas Wahyudi.
Penulis: Ton
Editor: Ahmad Yani


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website