Buruknya Pelayanan Kesehatan Rutan Balikpapan, Penyebab Meninggalnya Rustam, Penghuni Rutan

Rabu, 12 September 2018
BALIKPAPAN-Diduga kurangnya pelayanan kesehatan Rumah Tahanan (Rutan) Balikpapan, penyebab meninggalnya tahanan warga Kampung Baru, Balikpapan Barat, Rustam (53), di ruang UGD RSU. Kanujoso Balikpapan, Rabu (12/9/2018) pukul 14.30 (wita).

Abdul Halik anak kedua dari almarhum mengatakan, menyayangkan buruknya pelayanan kesehatan Rutan Balikpapan.
Foto: Abdul Halik anak almarhum Rustam.(ay/jb)
"Almarhum sakit sudah lima hari, namun hanya diberi obat penyeri oleh perawat. Meski sempat dibawah ke Rumah Sakit, Senin (10/9/2018) lalu dan dikembalikan ke Rutan dengan alasan, almarhum dalam tahap observasi, dan keadaan sehat," ungkapnya.

Istri almarhum mengalami nasib yang sama, Masniah (52) lebih dulu meninggal pada Mei 2018 lalu, dengan status tahanan Rutan Balikpapan.

Abdul Halik anak almarhum menyayangkan pelayanan pihak Rutan dinilai tidak kooperatif. Dirinya, bersama saudara almarhum, sebanyak lima lima kali menghadap ke Kepala Rutan, meminta agar almarhum segera dilakukan perawatan. Namun, hal itu tidak mendapatkan tanggapan pihak Rutan.

"Hingga almarhum sekarat di dalam Rutan, Rabu pukul 13.00 (wita), pihak Rutan membawa ke Rumah Sakit. Di ruang UGD RSU. Kanujoso almarhum menghembuskan nafas terakhirnya," jelas Halid.

Dihadapan Kepala Rutan Balikpapan, pihak keluarga sempat melampiaskan emosi, kemarahannya. Namun, hal itu ditanggapi dingin Kepala Rutan, Febie Dwi Hartanto.
Foto: Pihak keluarga almarhum bersama pihak Rutan Balikpapan.(ay/jb)
Pihak keluarga meminta kepada pemerintah khususnya, pemerintah kota Balikpapan untuk menyikapi hal ini. Utamanya, pelayanan kesehatan dinilai tidak maksimal bagi ribuan penghuni Rutan saat ini.

Kepala Rutan Balikpapan, Febie Dwi Hartanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pelayanan kesehatan kepada almarhum.

"Kami tidak bisa memutuskan mengenai keadaan kesehatan setiap warga Rutan. Keputusan itu dilakukan pihak kesehatan yang diperbantukan ke kami," ungkapnya.
Foto: Febie Dwi Hartanto Ka. Rutan Balikpapan.(ay/jb)
"Kami hanya menjalankan tugas. Namun, pihak Rutan akan memberikan santunan kepada pihak keluarga atas meninggalnya almarhum Rustam, penghuni Rutan dengan kasus narkoba, vonis 4 tahun," jelas Febie.

Menanggapi buruknya pelayanan kesehatan Rumah Tahanan Balikpapan, Febie Dwi sebagai Kepala Rutan menyampaikan, pihaknya akan menyikapi hal tersebut.

"Kami telah melakukan pelayanan maksimal saat ini," tandasnya.
Penulis/Editor: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website