“YKKBI Balikpapan Dukung Program JKN-KIS”

Jumat, 7 September 2018
BALIKPAPAN-Visi Pemerintahan indonesia pada saat ini telah dirumuskan kedalam suatu rancangan yang biasa kita sebut Nawacita. 

Nawacita merupakan tujuan yang akan dicapai dalam pemerintahan Presiden saat ini. Salah satu didalamnya yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dengan mewujudkan indonesia yang sehat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Foto: YKKBI saat sosialisasi.(dok/jb)
Program pemerintah ini tentunya harus didukung mulai dari lembaga pemerintah, badan usaha, instansi pemerintah sampai masyarakat indonesia itu sendiri. Tak terkecuali Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia atau yang biasa disebut YKKBI.

“Sebagai yayasan yang dinaungi oleh instansi pemerintah tentunya kami juga akan mendukung program pemerintah yang telah ditetapkan," ungkap Suriansyah seorang anggota YKKBI.

Selain itu, program JKN-KIS ini merupakan ajang saling bantu membantu satu sama lain dalam hal pelayanan kesehatan publik. Yang sehat membantu yang sakit dan yang mampu membantu yang kurang mampu.

"Tak dipungkiri juga kami pun  pasti membutuhkan penjaminan kesehatan untuk sekarang dan seterusnya” ujar Suriansyah.

Jumlah kepesertaan YKKBI Balikpapan saat ini mencapai 39 orang dan tentunya jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Dalam pertemuan saat itu, BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan yang diwakili oleh Rachmadaniyah salah satu Relationship Officer memberikan paparan mengenai program JKN-KIS mulai dari tatacara pendaftaran hingga pengenalan aplikasi Mobile JKN kepada peserta di Gedung Bank Indonesia Balikpapan, Kamis (6/9/2018).

“Kami menyambut baik dengan adanya dukungan dari YKKBI Balikpapan dalam menetapkan semua anggotanya untuk menjadi peserta JKN-KIS," ungkap Rachma.
Foto: Peserta sosialisasi YKKBI.(dok/jb)
"Hal ini tentunya hal positif dalam rangka mendukung program pemerintah. Kami pun berharap yayasan lainnya di Kota Balikpapan dapat melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh YKKBI," ujar Rachma saat pemberian paparannya.

Untuk kepesertaan anggota YKKBI ini sendiri termasuk kedalam segmen PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) yang pembayaran iurannya akan dikoordinasikan oleh YKKBI sesuai hak kelas yang dipilihnya. 

Untuk iuran kelas 1 Rp. 80.000,- per jiwa, kelas 2 Rp. 51.000,- per jiwa dan kelas 3 Rp. 25.500 per jiwa.
Rilis: BPJS Kesehatan
Editor: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website