Jadi yang Pertama, Produk Mitra Binaan Pupuk Kaltim Raih Sertifikasi SNI

Rabu, 31 Oktober 2018
BONTANG-Batik Beras Basah binaan Pupuk Kaltim terima Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) untuk jenis batik Tulis, Cap dan Kombinasi dari Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Sertifikat SNI diserahkan Kepala BSN Bambang Prasetya kepada owner Batik Beras Basah Eko Wiji Rahayu, pada seremonial pembukaan Indonesia Quality Expo (IQE) di Grand City Convex Surabaya, Jawa Timur pada 25 Oktober 2018.
Foto: Pembatik beras basah.(dok/jb)
“Sertifikasi SNI dalam upaya peningkatan kapasitas industri kecil dan menengah agar lebih berdaya saing di pasar global. Hal ini terus didorong BSN agar produk dalam negeri mampu memberi jaminan kualitas yang sesuai standar,” ujar Bambang Prasetya.

Batik Beras Basah merupakan UKM pertama di Kalimantan Timur yang berhasil mendapat sertifikasi produk dari BSN, serta diharap mampu mendorong sektor usaha lainnya untuk mendapat pengakuan kualitas produk yang sesuai standar SNI.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Timur Fuad Asiddin, yang hadir menyaksikan penyerahan sertifikasi SNI Batik Beras Basah mengapresiasi langkah
Pupuk Kaltim mendorong pengembangan industri kecil masyarakat agar lebih berdaya saing.  

Menurut dia, Pupuk Kaltim telah menunjukkan komitmen pembinaan bagi UKM di Kalimantan Timur, hingga mampu mencapai kualitas produk yang diakui secara nasional.
Foto:Batik SNI
Hal ini diharap jadi pemacu semangat perkembangan industri kecil masyarakat, sekaligus mengangkat kearifan lokal dari produk yang dihasilkan.

"Ini juga kebanggaan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, karena produk lokal Bontang mampu mendapat sertifikat SNI dengan pembinaan Pupuk Kaltim. Ini sebuah langkah besar dan butuh komitmen tinggi. Itu ditunjukkan Pupuk Kaltim dengan capaian sertifikasi SNI Batik Beras Basah,” papar Fuad.

Sementara Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho, menyebut pihaknya terus berupaya mendorong seluruh mitra binaan meningkatkan kualitas produk, agar mampu mengikuti jejak Batik Beras Basah mendapat sertifikasi SNI.

Pembinaan Pupuk Kaltim terhadap UKM di Bontang dan Kalimantan Timur tak hanya berbicara pada keberhasilan pengelolaan serta manajemen usaha saja, namun juga peningkatan kualitas dan daya saing produk.

Diharapkan mampu menciptakan lebih banyak peluang sekaligus mengangkat potensi lokal di tingkat nasional dan internasional.

“Pupuk Kaltim juga tidak ingin setengah-setengah dalam membina, namun terus mendorong UKM binaan untuk berkembang dan memiliki daya saing tinggi, sehingga memberi dampak yang lebih signifikan,” terang Satriyo.

Upaya ini juga bagian roadmap 2017-2021 yang digagas Pupuk Kaltim untuk menerapkan standar mutu di tiap lini. Tak hanya pada proses dan hasil produksi perusahaan, namun juga standarisasi kualitas produk mitra binaan.
Foto: Batik beras basah

“Ini sasaran utama pengembangan roadmap Pupuk Kaltim hingga 2021 mendatang, agar hasil yang dicapai tak hanya di lingkup Perusahaan, tapi juga berdampak luas terhadap lingkungan sekitar, seperti halnya mitra binaan,” urai Satriyo.

Bagi Eko Wiji Rahayu, sertifikasi SNI menjadi semangat baru untuk lebih kreatif menghasilkan karya dari hobi yang dia tekuni. Selain wujud apresiasi dan rasa terima kasih terhadap Pupuk Kaltim, yang tak henti membina usahanya hingga akhirnya diakui dan terstandarisasi.

“Kami berangkat dari semangat dan komitmen. Dengan diraihnya sertifikasi SNI, kami akan lebih tekun dan semangat berkarya, agar bisa membanggakan Pupuk Kaltim yang telah membina,” ucap dia.
Rilis: Humas PKT Bontang
Editor: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website