Pemilik Lahan Hentikan Pengerjaan Perluasan Jalan, Untuk Latihan Militer di Amborawang-Samboja

Kamis, 4 Oktober 2018
SAMBOJA (KUTAI KARTANEGARA)-Sekira 80 orang dari tiga Kelurahan, Kecamatan Samboja, mewakili dari 400 lebih pemilik lahan di wilayah Amborawang Darat, Margo Mulyo dan Argo Sari. Menggelar pertemuan di Gedung Serba Guna, Kel. Amborawang Darat, Kamis (4/10/2018).
Foto: Lurah Amborawang, Agro Sari, Babinsa dab Babinkamtibmas.(ay/jb)
Dalam pertemuan tersebut, dihadiri, Lurah Amborawang Darat Surianto, Lurah Argo Sari, Sakirman dan

Babinsa serta Babinkamtibmas tiga kelurahan. Turut hadir juga LPM dan Ketua Adat dari tiga kelurahan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, membahas mengenai adanya kegiatan pelebaran jalan sepanjang 12 Km dilakukan pihak TNI, sebagai akses wilayah pelatihan.

Lurah Amborawang Darat mengatakan, masyarakat Amborawang, Margo Mulyo dan Argo Sari sering dirampas haknya. Terlebih di wilayah tersebut adanya kegiatan penambangan PT. Singlurus.
Foto: Warga rapat bersama.(ay/jb)
"Saat ini kami ingin masyarakat, Amborawang, Margo Mulyo dan Argo Sari mendapatkan perhatian setiap kegiatan dilakukan di wilayah tersebut," ungkap Subianto.

Menurutnya, kegiatan pelGuberan akses jalan sebagai fasilitas latihan TNI, perlu dipertanyakan. Karena belum ada surat pemberitahuan mengenai kegiatan tersebut.

Senada dikatakan, Lurah Agro Sari, Samboja Kab. Kutai Kartanegara Sakirman, dikhawatirkan kegiatan pelebaran akses jalan dilakukan merupakan bagian dari kegiatan pihak perusahaan pertambangan.

"Bila pelebaran jalan untuk dipakai sebagai tempat latihan nantiny. Bagi warga tidak melarang. Namun, diperlukan kejelasan dan intruksi pemerintah setempat hingga ke pemilik lahan," ungkapnya.

Seorang pemilik lahan Muh. Syahdan mengatakan, jangan sampai SK Gubernur disalah gunakan, sehingga masyarakat tiga Kelurahan merasa dirugikan.
Foto: Muh. Syahdan.(ay/jb)
"Kami mendatangi lokasi untuk memberhentikan kegiatan di lokasi. Meski mendapatkan intimidasi. Yang kami katakan, bila kegiatan untuk dipergunakan lokasi pelatihan, buat kami tidak masalah," ungkapnya.

"Hanya saja, kegiatan di lokasi terjadinya pengerukan lahan dengan mengambilan batu bara, bersinggungan langsung dengan kegiatan penambangan PT. Singkurus," jelasnya.

"Kegiatan tersebut harus dihentikan, sebelum ada kejelasan dari warga," harapnya.

Menghentikan Sementara
Usai rapat di Gedung Serba Guna, Kelurahan. Perwakilan pemilik lahan mendatangi lokasi dengan menghentikan sementara aktivitas pelebaran jalan.

Perwakilan warga didampingi pegacara M. Rifai melakukan mediasi dengan anggota TNI di lapangan sedang siaga dalam pengerjaan jalan tersebut.

Meski sempat bersitegang, namun kedua belah pihak sepakat untuk tidak melakukan aktivitas. Hingga status pengerjaan dimaksud selesai legalitas hukumnya.

Seperti, tujuan pekerjaan dan status lahan warga bersama pihak Kodam VI Mulawarman. Bila hal itu, benar untuk dipakai sebagai sarana latihan nantinya.

Ini Jawaban Kapendam VI Mulawarman
Adanya kegiatan TNI di wilayah Amborawang, Margo Mulyo dan dan Agro Sari, Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara.
Foto: Warga di lokasi.(ay/jb)
Kapendam VI Mulawarman, Kolonel Kav. Dino Martino belum dapat memberikan keterangan lebih rinci kegiatan dimaksud, demikian dikatakan melalui telpon selulernya, saat dihubungi jurnal balikpapan.

Menurut Kapendam VI Mulawarman. Kolonel Kav. Dino Martino, setiap kegiatan dilakukan pihak Kodam pastinya bersih dari segala hal bertentangan dengan hukum.
Foto: Mediasi warga di lokasi.(ay/jb)
Meski mengenai kegiatan pelebaran jalan dikatakan untuk sebagai akses latihan militer, belum dapat dijelaskan. Diperlukan koordinasi semua jajaran Kodam.

"Apalagi wilayah tersebut, Kabupaten Kutai Kartanegara, apakah kegiatan itu dilakukan pihak Kodim Kukar atau bagaiaman, tentunya kami akan melakukan koordinasi terlebih dahulu," jelasnya.

Ia berharap, jangan sampai hal ini dimanfaatkan oleh oknum untuk memprovokasi keadaan. Karena, Kodam VI/Mlw saat ini disibukkan dengan penanganan korban gempa di Palu, Sigi dan Kabupaten Donggala.

"Termasuk persiapan HUT TNI ke-73, tentunya berbagai kegiatan tersebut, kami meminta agar warga tetap menjaga ketenangan agar kedepanya dapat berjalan dengan baik, kamipun akan mengklarifikasi lebih rinci lagi mengenai hal tersebut," pungkas Kapendam.

Untuk diketahui, luas lahan di wilayah Amborawang, Margo Mulyo dan Agro Sari sekira 2000 ha, tertuang dalam SK Gubernur, diberikan kepada eks tapol gol. B sebanyak 360 orang, sebagai lahan pertanian dan perkebunan.

Kini, lahan tersebut sebagain menjadi lahan penambangan PT. Singlurus.
Penulis/Editor: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website