Pengusaha Trucking Balikpapan, Keluhkan Kelangkaan Solar

Senin, 19 Nopember 2018
BALIKPAPAN-Kurang sebulan ini para sopir trucking dan pengusaha logistik Balikpapan, resah akibat kelangkaan BBM solar. Akibat kelangkaan solar para sopir trucking harus rela antri selama 30 jam di SPBU.

Keadaan ini diperparah akibat adanya perbaikan SPBU Km 9, sehingga tidak dapat melayani pembelian BBM jenis solar.
Foto: Pengurus APTRINDO dan APLI Balikpapan saat confrensi pers.(ay/jb)
Ketua DPC APTRINDO (Asosiasi Pengusaha Trucking Indonesia) Balikpapan H. Saefuddin meminta ketegasan pertemina untuk segera mengatasi kelangkaan ini.

Menurutnya, tidak adanya SPBU beroperasi 24 jam menyulitkan bagi pelaku trucking untuk membeli solar. Para sopir trucking saat ini sudah tidak sabar lagi dengan kondisi ini.

"Akibatnya suplai barang di pelabuhan mengalami kendala. Tidak lancarnya pengiriman barang dari pelabuhan keluar dan sebaliknya, berdampak pada kerugian bagi pengusaha," ungkapnya.

Ia menambahkan, meski kebutuhan solar bagi pelaku komunitas ini, namun kelangkaan ini memberi dampak kerugian materi baik sopir maupun pengusaha.

Sedikitnya SPBU yang menjual solar bersubsidi juga menjadi kendala bagi para sopir angkutan barang.

Pihaknya meminta kepada pihak Pertamina, agar SPBU Kampung Baru dapat melayani pembelian solar hingga 24 jam. Sampai saat ini antrian truk masih terlihat di SPBU untuk pengisian solar.

Bahkan, antrian bisa saja hingga tiga hari tiga malam baru dapat terisi.

Senada dikatakan Sekretaris DPC APTRINDO Balikpapan Risman Sirait. Menurutnya, pihak pertamina Balikpapan harus cepat tanggap. Sebelum kelangkaan ini lebih parah, yang dapat menyulut kesabaran para sopir.
Foto: Truck antri BBM solar di SPBU Kp. Baru.(ay/jb)
"Ditutupnya SPBU di Km 9, antrian pembelian solar bertumpuk di SPBU Kampung Baru dan Km 4. Sementara kedua SPBU ini, tidak dapat melayani para komunitas dan sopir truck," kesalnya.

Kondisi ini juga meminta organisasi APTRINDO, APLI, Pelabuhan Speed Kampung Baru dan Asosiasi para sopir. Masing-masing diwakili H. Saefuddin, Risman Sirait, H. Tola, Pance dan Muh. Rayes, agar pihak Pertamina segera melakukan tindakan untuk mengatasi kelangkaan tersebut.

Pihaknya juga akan melakukan aksi mogok bila dalam seminggu hal ini tidak teratasi.

Saat media ini melakukan konfirmasi ke Pertamina, Sekretaris Humas MOR Pertamina memberitahukan melalui telepon, akan dilakukan konfirmasi lebih lanjut.

Penulis: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website