Mungkinkah Mewujudkan Generasi Bertaqwa di Era Kekinian?

Lagi dan lagi, kasus kenakalan remaja kini mencuat kembali yang membuat kami kaum ibu hanya bisa mengelus dada dengan perilaku “kekinian” yang dilakukan kaum milenial masa kini. Sebut saja NR (14), gadis remaja yang baru mengecap pendidikan SMP ini kini jadi buah bibir di Balikpapan akibat video mesum yang beredar lewat jejaring media sosial. Video tersebut menampilkan adegan mesum yang dilakukan di semak-semak kawasan Gunung Empat oleh NR dan SA, yang di rekam oleh temannya sendiri (AR) yang kemudian disebarkan dan diunggah di grup wa dan facebook. 

Walikota Balikpapan, Rizal Effendi ikut angkat bicara terkait kasus remaja ini. Beliau menyayangkan adanya video asusila tersebut, terlebih lagi dilakukan oleh anak di bawah umur. Beliau juga menghimbau kepada guru dan orang tua untuk mengingatkan kembali anak dan pelajar akan bahaya tindak asusila yang mengancam pergaulan anak.
Siti Subaidah
Kita ketahui bersama bahwa orang tua dan guru memiliki peran penting untuk dapat membentuk dan menyelamatkan generasi dari bahaya pergaulan bebas. Namun menyandarkan solusi kenakalan remaja hanya pada dua aspek tersebut juga bukan merupakan tindakan yang tepat karena akar masalahnya terletak pada sistem hidup yang dijalankan saat ini yakni sekuler kapitalis. 

Sistem kehidupan sekuler ( memisahkan aturan agama dari kehidupan) menjadikan seseorang bertindak sesuka hati tanpa peduli halal dan haram suatu perbuatan. Ditambah dengan gaya hidup kapitalis yang membuat ruang bebas berperilaku sehingga seseorang seolah memiliki kebebasan dalam melakukan berbagai macam hal tanpa berfikir akan sebab dan akibatnya. Gaya hidup ini menjadikan seseorang menjadi pribadi yang hanya mementingkan hawa nafsu dan kepuasan duniawi demi meraih kebahagian. 

Alhasil bukan perkara luar biasa jika kita dapati generasi kita sekarang masuk dalam jurang kehancuran berperilaku karena ibarat bom waktu hal ini akan kita hadapi kedepannya akibat buah penerapan sistem hidup sekuler kapitalis.

Berkaca dari berbagai macam kasus yang menimpa kaum remaja kita saat ini maka perlu upaya komprehensif untuk melawan  itu semua  yakni dengan membina generasi muda menjadi generasi yang bertaqwa dan islam sebagai mabda memiliki cara tepat untuk mewujudkannya. Pertama, pendidikan dan pembentukan pribadi dimasa awal anak dalam lingkup keluarga. Islam menjadikan peran orang tua sebagai tiang penyangga pertama untuk membentuk kepribadian anak dengan dasar pemahaman agama yang baik. 

Anak-anak dilatih sedari usia dini dan difahamkan dengan nilai-nilai islam seperti ketauhidan, kepemimpinan, amar ma'ruf, tolong menolong dan dasar berperilaku yang menyandarkan perbuatan pada keridhoan Allah. Ditambah dengan keteladan yang diperlihatkan oleh orang tua yang menjadikan islam sebagai pedoman hidup dan bertingkah laku. 

Maka ketika hal-hal semacam  ini terpatri dalam jiwa anak maka akan terlahir sosok generasi ideologis yang mampu menghempas segala macam virus-virus buruk akibat pergaulan “kekinian”. 

Kedua, membentuk suasana ketaatan di lingkungan masyarakat dan sekolah. Hal ini dapat terwujud dengan menjadikan keimanan sebagai satu-satunya penggerak dalam melakukan amar ma'ruf alias tanpa pamrih. Dengan dasar ini maka masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang memiliki perasaan, pemikiran dan peraturan yang sama yakni islam akan bergerak selaras dengan apa yang diperintahkan dalam agama termasuk dalam hal ini menjaga generasi dari keterpurukan zaman. 

Selain itu dalam lingkup sekolah pun tak hanya mengajarkan anak dalam hal ilmu pengetahuan akan tetapi membentuk anak-anak menjadi pribadi yang selalu memotivasi diri berlomba-lomba dalam kebaikan dan tentunya menjadi generasi yang bermanfaat.

Ketiga, menerapkan kehidupan yang jauh dari maksiat dengan penerapan sistem pergaulan islam yang menjaga pandangan dan aktivitas antara laki-laki dan perempuan hanya pada batas-batas wilayah tertentu yang dibolehkan dalam islam. 

Dari sini maka tidak akan muncul ikhtilat (campur baur), khalwat  (berdua-duaan), menarik perhatian lawan jenis (tabaruj), pacaran apalagi sampai pada perzinahan. Semua akses menuju kesana pun akan ditutup rapat-rapat termasuk didalamnya hal-hal yang menghantarkan pada kerusakan moral dan akal seperti  narkoba dan miras  sehingga kehormatan (izzah) dan kesucian hati (iffah) anak-anak generasi kita akan senantiasa terjaga. Ditambah dengan adanya sanksi tegas kepada para pelaku yang melanggar norma-norma agama yang akan semakin memperketat penjagaan terhadap generasi kita. 

Hal-hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh negara dalam penerapannya dan tentu dalam hal ini islam sebagai dasarnya.

Menjadikan generasi masa kini sebagai generasi bertaqwa memang bukanlah hal yang mudah. Namun tidak berarti kita pasrah dengan segala kerusakan yang ada. Terus berjuang dan menjadikan islam sebagai pedoman dan poros kehidupan adalah sesuatu yang wajib kita lakukan kini karena ingat, nasib generasi kitalah yang sedang kita pertaruhkan dan tentu akan mempengaruhi masa depan bangsa. 

Mengutip ungkapan dalam bahasa arab “ syubanu al-yaum rijalu al ghaddl “ (pemuda hari ini adalah tokoh pada masa yang akan datang). Wallahu a'lam bishawab

Penulis: Siti Subaidah
Pemerhati Lingkungan dan Generasi


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website