Pentingnya Edukasi Bela Negara, Duni Pendidikan

Selasa, 4 Nopember 2018
BALIKPAPAN-Rapuhnya nilai-nilai patriotesme, merupakan ancaman bagi negara. Untung saja, kita memiliki ideologi negara pancasila, sebagai pemersatu bangsa, hal tersebut terungkap dalam acara seminar bela negara, oleh Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Kaltim di aula pemkot Balikpapan, Sabtu, (1/11/2018) lalu.
Foto bersama IARMI usai Seminar Bela Negara, di aula pemkot Balikpapan.(ay/jb)
Seminar menghadirkan Pangdam VI Mulawarman, diwakili Staf Ahli Bidang Sosial Budaya, Kol. Inf. Eben Ezer L. Tobing. Dalam paparanya, kita masih merasakan Indonesia, namun gejalah-gejalah rapuhnya jiwa patriotisme mulai dirasakan.

Menurutnya, kesatuan Indonesia bukan tanggung jawab TNI saja. Melainkan tanggung jawab kita semua sebagai anak bangsa. Menjadi keharusan setiap pribadi mencintai negara sendiri.

"Kita harus memiliki langkah nyata mencintai negara sendiri," ungkapnya.

Ia mencontohkan sebuah negara yang telah menolak berbagai produk negara lain dan memakai produknya sendiri. Sementara kita hal itu tidak dilakukan, maka perlu ada upaya berbagai lapisan masyarakat untuk arah tersebut," katanya.

Sementara Gubernur Kaltim diwakili Staf Ahli Politik, Hukum dan Keamanan Aff. Sembiring. Ia menyampaikan, beberapa gejolak yang lalu membuat elemen pemerintahan bekerja ekstra agar gesekan di masyarakat tidak terjadi. Upaya, penggantia ideologi negara dan ancaman lainnya, menjadi perhatian semua elemen pertahanan negara. 

"Kegiatan seminar ini, sudah tepat kita laksanakan. Ini juga merupakan kepedulian IARMI sebagai kader bangsa, telah menjiwai arti bela negara yang sebenarnya," ungkapnya.

Menariknya paparan disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, DR. Sigit Muryono mewakili Gubernur Kaltara. "Edukasi bela negara telah dilaksanakan dalam dunia pendidikan, mulai dari SD, SMP dan SMA kegiatan siswa diisi dengan kepramukaan. Hal ini adalah bentuk edukasi bela negara," ungkapnya.

Menurutnya, Resimen Mahasiswa (Menwa) dilingkungan perguruan tinggi, sebelumnya, menjadi basis pembinaan bela negara. Meski diperhadapkan berbagai isu negatif, sebenarnya Resimen bukanlah militerisasi kampus. Namun, pembangunan karakter jiwa patriotisme bangsa.

"Maka itu pentingnya kembali menghidupkan Menwa di kampus-kampus saat ini. Semoga saja hal ini menjadi dasar agar perguruan tinggi di Kaltimtara Menwa dapat berkiprah kembali," tegasnya.

Senada disampaikan, DR. Jamal Amin, MSi mewakili Rektor Unmul. "Perlunya Menwa aktif kembali di kampus-kampus perguruan tinggi. Demi, keutuhan bangsa dan NKRI agar semua elemen masyarakat dapat memahami jelas arti bela negara melalui perguruan tinggi," ungkapnya.

"Keinginan untuk menjadikan mata kuliah kewiraan di perguruan tinggi juga menjadi upaya menimbulkan kesadaran bela negara bagi setiap mahasiswa. Demikian juga tingkat sekolah menengah dan atas agar mata pelajaran pendidikan pancasila dapat dipelajari kembali," ungkapnya.

Ia menegaskan, semoga gagasan dalam seminar ini menjadi langlah kedepan agar Menwa dapat berkiprah kembali di perguruan tinggi, khususnya di Kaltimtara.

Penulis: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website