Dana DAK Pendidikan 23,5 Miliar, Rawan Penyelewengan

Sabtu, 25 Mei 2019
BALIKPAPAN-Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Mieke Henny kembali memyoroti, dana DAK (dana alokasi khusus) Rp. 23,5 miliar di Disdikbud Balikpapan.
Mieke Henny
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan
Dari dana Rp.23,5 miliar tersebut, terdapat Rp.19 miliar, dikerjakan melalui swakelola. Artinya, pengerjaanya tanpa melalui lelang.

"Swakelola ini, dikerjakan langsung pihak sekolah. Melalui Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan para Guru. Hal ini, menjadi perhatian serius kami," ungkap Mieke.

Menurutnya, pengerjaan melalui swakelola, kemungkinan terjadinya penyimpangan, sangat besar.

"Mengingat belum terbukanya pihak sekolah, termasuk pihak Disdikbud, hingga saat ini, belum menyerahkan Susunan Panitia Pembangunan (P2S)," bebernya.

Ia menambahkan, bahkan sampai hari ini, masih ada pihak sekolah yang belum mengetahui, siapa P2S (Panitia Pembangunan Sekolah) tersebut.

"Nah ini kan lucu, sementara anggaran sudah mau digelontorkan," tegas Mieke.

Ketua Komisi IV berharap, kepada warga dan pemerhati-pemerhati pendidikan dan pembangunan untuk sama-sama mengawal dana 23,5 miliar tersebut.

"Jangan sampai ada kesalahan-kesalahan fatal, baik dari waktu pelaksanaan maupun penggunaan anggaran.  Terlebih lebih sumber daya manusia (SDM)  untuk mempelajari betul, arti swakelola tersebut," pungkas Mieke.

Penulis: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website