Dua Rumah Sakit di Kaltim, Hentikan Sementara Pelayanan BPJS Kesehatan

Jumat, 28 Juni 2019
BALIKPAPAN-BPJS Kesehatan sebagai badan penyelenggara jaminan kesehatan pada Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) wajib memastikan terpenuhi aspek legal perjanjian kerja sama dengan Fasilitas Kesehatan yang menjadi mitra BPJS Kesehatan, salah satunya rumah sakit.

Mulai 1 Juli 2019, terdapat dua rumah sakit di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan yang berhenti bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Karena belum memiliki sertifikat akreditasi. Yakni, RS Lanud Dhomber Balikpapan dan RS Muhammadiyah Paser.
Ketentuan akreditasi rumah sakit seharusnya berlaku sejak 01 Januari 2019, namun dengan pertimbangan tertentu Menteri Kesehatan memberikan rekomendasi untuk tetap bekerja sama kepada rumah sakit yang belum terakreditasi, termasuk didalamnya kedua rumah sakit tersebut.
“Kedua Rumah Sakit tersebut sebelumnya telah mendapat rekomendasi Menteri Kesehatan untuk tetap berkerjasama dan berkomitmen untuk memenuhi  akreditasi paling lambat 30 Juni 2019," kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Sugiyanto. 

"Namun, sampai dengan batas waktu tersebut Rumah Sakit belum terakreditasi (masih dalam proses pengurusan akreditasi) sehingga  perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan harus diberhentikan," ujarnya. 
Sugiyanto menyebutka, koordinasi antara rumah sakit, pemerintah kota/kabupaten dan BPJS Kesehatan telah dilakukan sebelumnya. Guna mencari solusi terbaik atas permasalahan ini sehingga masyarakat khususnya peserta JKN-KIS dapat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kami telah melakukan koordinasi kepada dinas kesehatan kota/kabupaten terkait. Peserta JKN-KIS dipastikan akan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan, jadi tidak perlu khawatir," ungkapnya.

"Terdapat tiga belas rumah sakit di Kota Balikpapan dan satu rumah sakit serta 2 klinik utama di Kabupaten Paser yang siap melayani peserta JKN-KIS,” jelas Sugiyanto.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Vieel Sidhatut Thoharani menyampaikan, pihaknya sampai saat ini masih melengkapi berkas persyaratan akreditasi.
“Akreditasi masih dalam tahap persiapan berkas administrasi. Kami juga masih melakukan konsultasi kepada Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Supaya proses akreditasi ini bisa terlaksana dengan baik," ungkap Vieel. 

'Karena salah satu persyaratan, untuk melanjutkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan harus disertai dengan sertifikat akreditasi KARS,” ujarnya. 
"Upaya telah dilakukan oleh semua pihak, termasuk upaya manajemen rumah sakit untuk segera mendapatkan akreditasi rumah sakit," beber Sugianto. 

"Saat ini pihak rumah sakit sedang melakukan persiapan dan pemenuhan fasilitas rumah sakit yang harus dipenuhi, sebelum lanjut ke proses survey yang dilakukan oleh KARS," tegasnya. 

“Tentunya regulasi dalam menjalankan program JKN-KIS harus dipatuhi demi menjaga kualitas mutu layanan yang diberikan oleh fasilitias kesehatan," tambahnya. 

"Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh rumah sakit yang telah menjadi mitra kami dan senantiasa melayani peserta JKN-KIS dengan baik," tandas Sugiyanto.

Sumber: Humas BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan. 
Editor: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website