Berkat Komsos, Masyarakat Serahkan Senjata Rakitan, Ke-Satkowil dan Satgas Pamtas Kodam VI Mulawarman

Kamis, 04 Juli 2019
TARAKAN-Keberhasilan pelaksanaan tugas Kodim dan Satgas Pengamanan Perbatasan Kodam VI/Mulawarman di wilayah Kalimantan Utara. Berhasil  merebut hati rakyat (winning the heart) sehingga, masyarakat wilayah perbatasan secara sadar menyerahkan berbagai senjata rakitan, selama ini mereka simpan untuk tujuan tertentu.
Komunikasi Sosial (Komsos) Dialogis sebagai metode komunikasi yang selama ini dilaksanakan satuan jajaran Kodam VI/Mulawarman secara intensif, dengan  para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda  dan tokoh agama di wilayah Kalimantan Utara, telah memberikan hasil nyata di lapangan.

Berkat Komunikasi Sosial Dialogis yang berjalan intens selama ini telah berhasil memberikan kesadaran masyarakat Nunukan dan wilayah perbatasan. Secara  sukarela menyerahkan kurang lebih 160 pucuk senjata Rakitan, Rabu kemarin (03/07/2019).

Masyarakat perbatasan menyadari bahwa, kepemilikan senjata api rakitan secara pribadi adalah tindakan yang menyalahi aturan dan undang-undang.

Alhasil mereka secara ikhlas dan sukarela mau menyerahkan berbagai jenis senjata api rakitan, kepada personel Babinsa dan personel Satgas.

Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal Subiyanto mengatakan, komsos dialogis selama ini oleh Satgas Pamtas dan Babinsa di wilayah Kaltara  ditandai banyaknya  senjata yang diserahkan kepada prajurit Kodam VI/Mulawarman.

Kini bertugas di daerah Nunukan, Sebatik dan Malinau sebagai bagian dari tugas TNI menjaga kedaulatan wilayah negara kesatuan republik Indonesia.

Jumlah keseluruhan senjata api rakitan hasil komsos dialogis dan pendekatan secara persuasif baik Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg dan aparat kewilayahan.

Telah berhasil mengumpulkan 160 pucuk senjata rakitan, terdiri dari 159 pucuk senapan panjang rakitan dan 1 pucuk pistol rakitan.

Berkat upaya yang dilaksanakan prajurit yang bertugas di perbatasan, masyarakat telah memahami.  Bahwa, memiliki senjata yang selama ini menjadi alat untuk berburu telah menyalahi Undang- Undang Darurat RI No. 12 Tahun 1951 tentang, larangan memiliki senjata api illegal yang sebagian besar senjata tersebut berupa senjata penabur.

Masyarakat juga merasa menjadi bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan wilayah  Indonesia di perbatasan dengan menjadi mata dan telinga personel TNI AD.

Dalam melaksanakan tugas di perbatasan baik Babinsa, maupun yang tergabung dalam personel Satgas Pamtas untuk memberikan informasi, berkaitan dengan masalah pengamanan di daerahnya.

Hal tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan tugas TNI di wilayah perbatasan yang telah berjalan selama ini.

Tidak hanya berhasil secara fisik,  namun juga secara non fisik masyarakat perbatasan memiliki tanggungjawab dan kesadaran untuk ikut mengamankan dan menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

Khususnya, di wilayah Kalimantan Utara yang  juga menjadi tanggungjawab Kodam VI/Mulawarman.

Semua jenis senjata rakitan hasil penyerahan  sebanyak 160 pucuk, saat ini berada di Kodim 0907/Tarakan dan dibawah pengawasan Tim Pal Aju Tarakan.

Pemusnahan secara simbolis oleh para pejabat Kodam dan instansi terkait sebagai bagian dari penciptaan suasana damai di wilayah perbatasan Kalimantan Utara sebagai serambi depan perbatasan Indonesia.

Upaya yang telah dilaksanakan oleh prajurit Kodam VI/Mulawarman mendapat   apresiasi positif  dari pemerintah daerah setempat.

Hal tersebut dapat tergambar dalam proses penyerahan senjata oleh masyarakat, hampir sebagian besar penyerahan senjata tersebut dilakukan secara sadar dengan cara  mengantar secara pribadi.

Penyerahan senjata api rakitan kepada para Babinsa yang bertugas di Kodim Perbatasan dan para personel di pos Satgas Pengamanan Perbatasan yang berada di dekat pemukiman mereka.

Rilis: Pendam VI/Mulawarman.
Editor: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website