Sediakan Ruangan Bagi PKL dan Kuliner, Sebagai Kawasan Publik

Jumat, 05 Juli 2019
BALIKPAPAN-Setelah kajian akademis penataan pusat PKL dan Kuliner, sebagai ruang publik, pada FGD (forum group discussion), Senin lalu (01/07/2019), di Hotel Novotel Balikpapan, oleh DPRD Balikpapan.
Muhammad Taqwa
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan
Pemkot Balikpapan, perlu memberikan ruang bagi PKL dan Kuliner. Beberapa wilayah Balikpapan, bagi PKL memiliki tempat, namun dimat pemerintah belum mendapatkan kepastian atau belum diakui secara resmi melalui perda (peraturan daerah).

Universitas Brawijaya Malang Bekerjasama DPRD Balikpapan telah melakukan kajian akademisi. Beberapa wilayah, lokasi PKL di Balikpapan.

Dwi Budi Santosa memaparkan hasil kajian terswbut, bahwa lokasi yanga ada saat ini dinilai strategis, khususnya di Balikpapan Kota.

Menurutnya, perlu dibicarakan lebih lanjut, lokasi mana akan ditentukan bagi PKL dan Kuliner sebagai ruang publik.

"Dipastikan saja, lokasi mana akan ditetapkan sebagai lokasi PKL dan bentuk legal atau resmi. Secara tehnis akan tertuang dalam perda nantinya," jelasnya.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Muhammad Taqwa mengatakan, kajian akademis ini sebagai bukti bagi DPRD untuk memberikan ruang bagi PKL dan Kuliner, sebagai penggerak ekonomi daerah.

"Meski sebatas kajian, paling tidak, kami (DPRD, red) bersama pemkot Balikpapan. Akan melakukan rumusan khususnya, perda PKL dan Kuliner. Agar para PKL dan Kuliner dapat menjalankan usahanya dengan aman," ungkapnya.

"Kita tahu bersama, bahwa Balikpapan belum memiliki lokasi PKL dan Kuliner, diakui secara hukum dimata pemkot Balikpapan," urainya.

"Dari dasar kajian ini, kedepan akan ditindak lanjuti, dalam bentuk perda agar keberadaan PKL diakui, masyarakat dan pemerintah," tandas Taqwa.

Penulis: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website