Seribu Kenangan, Iringi Satgas Pamtas RI-Malaysia

Selasa, 23 Juli 2019
BALIKPAPAN-Setelah purna tugas  menjaga wilayah perbatasan  RI-Malaysia dalam kurun waktu kurang lebih hampir satu tahun lamanya sebanyak 450 prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/Jaya Yudha. Akhirnya, memasuki masa purna tugas dan selanjutnya mereka akan di kembalikan ke satuannya masing-masing, Selasa (23/07/2019).

Setibanya di Pelabuhan Semayang Balikpapan, 450 prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia ini disambut langsung oleh Pangdam/VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto beserta unsur Pejabat Kodam VI/Mulawarman lainnya.

Dalam sambutannya, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto, prajurit  Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif 144/Jaya Yudha ini akan dikembalikan ke-satuannya masing-masing. Karena sudah memasuki masa purna tugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Secara umum, keberadaan Satgas Pamtas di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu dapat mencegah terhadap kemungkinan terjadinya penyelundupan barang-barang illegal.

"Serta menjadikan wilayah perbatasan lebih aman dan selalu di bawah pengamaan Kodam VI/Mlw," ujar Mayjen TNI Subiyanto.

Keberhasilan tersebut dapat dicapai karna niat, disiplin, dedikasi dan semangat juang yang tinggi. Sehingga, tercapai tugas dan tanggung jawab yang telah di percayakan kepada Satgas Pamtas Yonif 144/Jaya Yudha.

Dalam pelaksanaan tugas kurang lebih 11 bulan Yonif 144/Jaya Yudha telah berupaya sebaik- baiknya. Menjaga kedaulatan wilayah perbatasan RI-Malaysia khususnya di Kaltim dan Kaltara.

Tugas di perbatasan RI-Malaysia tersebut saat ini telah digantikan prajurit Yonif Raider 303/Ssm Div I Kostrad. Semestinya, pergantian prajurit dilakukan tiga bulan lalu, sesuai masa tugas prajurit selama 9 bulan di perbatasan.

"Namun dikarenakan adanya pemilu maka sesuai perintah Komando Atas pergeseran pasukan dilaksanakan setelah seluruh tahapan pemilu selesai," tutup Mayjen TNI Subiyanto.

Sementara itu Komandan Yonif 144/Jala Yudha Letkol Inf Andri Hadrianto menuturkan, selama bertugas anggotanya berhasil menggagalkan peredaran Narkoba jenis sabu seberat 36,4 gram di Malinau.

"Ada pula warga yang dengan sukarela memberikan 20 pucuk senjata rakitan agar dimusnahkan," terang Letkol Inf. Andri Hadrianto.

Diungkapkannya juga, medan tugas di perbatasan sangat ekstrim dan hanya bisa dilalui helikopter, meskipun hidup dalam keterbatasan diperbatasan.

Terkadang hanya mengkonsumsi akar pohon dan dedaunan yang diolah seadanya ataupun minum melalui air tadah hujan, tak menyurutkan niat untuk tetap komitmen menjalankan tugas demi NKRI.

Perlu diketahui pengiriman logistik diantar sebulan sekali. Selain itu, pengiriman logistik juga harus memperhitungkan kondisi cuaca.

Sehingga, bila cuaca tidak baik maka pengiriman logistik mesti ditunda.

"Namun tugas operasi adalah kehormatan, komitmen jiwa raga demi kedaulatan NKRI adalah segalanya," ungkap Letkol Inf. Andri Hadrianto.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman.
Editor: Ahmad Yani. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website