SKK Migas Dorong Joglo Tani Kolong Langit Menjadi "Dedi" dan "Dewi"

Selasa, 02 Juli 2019
BALIKPAPAN-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu  Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) mengapresiasi beberapa Program Pengembangan Masyarakat (PPM) KKKS Eni Muara Bakau di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.


Salah satunya  Program Sentra terpadu Pertanian yang di sebut Joglo Tani Kolong Langit yang kini sudah mulai membuahkan hasil dan membuat daerah Samboja semakin terkenal bagi daerah lainnya.

Beberapa pejabat daerah dari Bupati Kukar, hingga anggota DPRD Kukar dan masyarakat lainnya telah mengunjungi Joglo Tani untuk melihat dan belajar bercocok tanam di Joglo Tani.

Pada saat Tim SKK Migas Kalsul menyambangi Joglo Tani Kolong Langit disambut oleh Nina Soraya selaku Sustainability Manager KKKS Eni  Muara Bakau beserta anggota Joglo Tani Kolong Langit pada (22/06/2019). 

Dipaparkan Nina, dalam mewujudkan Joglo Tani ini, pihaknya ingin mengembalikan semangat bertani bagi warga Samboja dan sekitarnya. 

Program  tersebut telah melalui pemetaan kajian sosial oleh tim sebelumnya. Dan mendapat sambutan baik oleh masyarakat.

Ditambahkan ketua RT 12 Ahmad Muhtadin salah satu pengelola Joglo Tani,  saat ini pihaknya dengan  52 orang anggota  sudah memiliki kebun holtikultura (tomat, lombok dan terong), Singkong, buah-buahan (Durian, Lei, Pepaya Sirsak) Padi,Singkong, tanaman obat (Toga), bibit bunga/tanaman hias serta kolam ikan. Semua di kembangkan di Joglo Tani.

Diakui Muhtadin, pihaknya sangat berterimkasih dengan bantuan ENI selama ini, bahkan Joglo Tani yang sudah mulai nampak hasil produksi pertanian dan kebunnya, kini mendapat bantuan lagi melalui program Pemasangan Solar Panel dan Digital Irrigation.

 “Guna memudahkan pengairan di Joglo Tani, KKKS ENI telah membuat sistem digitalisasi irigasi untuk menyiram kawasan  perkebunan dengan metode digital yang dapat di akses menggunakan smartphone nantinya,” ujar Muhtadin.

Saat ini penyiraman kebun di Joglo Tani masih menggunakan cara manual, jika menggunakan pompa air ada biaya bahan bakar yang harus dikeluarkan dan cukup besar.


Untuk kebutuhan energinya Joglo Tani kedepan disupport oleh Solar Panel (Tenaga matahari)  dengan kapasitas 2000 Watt dan dibackup Genset.

 Anggota Joglo Tani diharapkan dengan menjadikan  profesi bertani sudah dapat memenuhi beberapa unsur kebutuhan protein, karbohidrat dan gizi sehari-hari dengan tidak membeli.  

Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan perkarangan rumah dengan tanaman sayuran dan peternakan ikan ataupun ayam.

“Kedepan Joglo Tani Kolong Langit diharap kan selain sebagai pusat informasi pertanian juga sebagai destinasi wisata yg menjadi ikon Samboja,” harap Muhtadin.

Selaku Manager Senior Kehumasan SKK Migas Kalsul, Sebastian Julius  sangat antusias oleh capaian Joglo Tani Kolong langit saat ini. Bantuan KKKS ENI berupa Solar Panel dan Digital Irrigation untuk Joglo Tani menjadi satu terobosan baru bagi pertanian yang kian modern. 

Sehingga keberadaan Joglo Tani akan lebih bermanfaat lagi bagi anggota dan masyarakat sekitar yang ingin berkunjung.

“Joglo Tani kita harapkan menjadi pilot Project bagi pengembangan pertanian yang ramah lingkungan dan modern. Sehingga bisa menjadi tempat mengembangkan pertanian, sarana pendidikan dan bahkan tujuan wisata kedepannya,” terang Sebastian.

Ditambahkan Sebastian lagi, tidak menutup kemungkinan jika ini dapat direalisasikan sesuai dengan master plan yang dirancang ditambah semangat membangun kelompok masyarakat di Joglo Tani di Kelurahan Handil Baru kecamatan Samboja.

Daerah sekitar Joglo Tani  akan menjadi Dedi (desa Digital) dan Dewi (Desa Wisata) sesuai program pemerintah dalam mengembangkan ekonomi dan  mengedepankan ekonomi mikro di desa-desa.

Sumber: Humas SKK Migas
Penulis: Agung
Editor: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website