Antre Solar Sampai Dua Hari, Aptrindo Balikpapan Dukung Penghapusan Subsidi

Rabu, 21 Agustus 2019

BALIKPAPAN-Pengusaha angkutan barang yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DPC Balikpapan mengadu ke Indonesia Shipping Gazette di Jakarta.  Ihwal sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jeni solar. Bahkan, harus antre selama dua hari untuk mendapatkan pasokan.
Ket. foto: ki-ka: H Kasmir, Sekretaris Risman Sirait dan Bendahara H Ismail saat menyampaikan keluhan ke Indonesia Shipping Gazette di Jakarta
Keluhan itu diungkapkan Sekretaris DPC Aptrindo Balikpapan, Risman Sirait didampingi  Bendahara H Ismail dan H Kasmir selaku anggota, Selasa kemarin (20/8/2019).

“Ini aneh BBM diproduksi di Balikpapan tapi warga justru kesulitan untuk mendapatkan pasokan. Karena itu kami dukung usulan Ketua DPP Aptrindo Gemilang Tarigan, hapuskan saja solar subsidi agar tidak sulit dapat BBM," tutur Risman.

Perkara harga lebih mahal, pihaknya tinggal melakukan penyesuaian tarif alias ongkos angkut yang dibebankan kepada pengguna jasa.

Padahal menurut Risman, kegiatan angkutan barang anggota Aptrindo di Balikpapan cukup baik menyusul produksi handling (troughput) petikemas di Terminal Petikemas Karingau di bawah kelola PT Kaltim Karingau Terminal (KKT), semakin meningkat sekitar 30 ribu Twenty Foot Equivalent Units (TEUs) setiap bulannya.

Apalagi, pelabuhan kontainer tersebut telah berkembang menjadi pelabuhan transhipment menangani petikemas ke sejumlah pelabuhan lain. Seperti Pelabuhan Pantoloan-Palu, Bitung, Makasar dan Pelabuhan Berau.

Adapun Perusahaan pelayaran yang beroperasi di pelabuhan tersebut meliputi Meratus, Tanto, Spil dan Temas. Selain itu dari KKT juga ada direct call ke Hongkong dan Singapura tiga kali sebulan.

Penulis: Ahmad Yani
Editor: Redaksi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website