KPU Pusat Berikan Santunan Kepada Keluarga Petugas Pemilu, Meninggal Dunia Pada Pemilu 2019

Jumat, 30 Agustus 2019
BALIKPAPAN-KPU (komisi pemilihan umum) Provinsi Kaltim, memberikan santunan kepada 11 ahli waris dari petugas pemilu, pilpres dan pileg 2019, meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya, sebagai PPK, PPS dan KPPS serta petugas ketertiban TPS.
Ket. Poto: Poto bersama Komisioner KPU Pusat
Bersama Ketua KPU Kaltim dan Ketua KPU Balikpapan

Stidaknya ada 13 orang petugas pemilu Kaltim meninggal dunia selama pemilu (pilpres, pileg) 2019, berlangsung. Untuk wilayah Balikpapan terdapat tiga orang meninggal dunia.

Penyerahan santunan ini diserahkan Komisioner KPU Pusat Viryan, di Aula Kantor KPU Balikpapan, Jumat (30/8/2019).

Komisioner Pusat Viryan mengatakan, pemberian santunan ini diberikan kepada petugas pemilu, baru kali ini dilaksanakan. "Meninggalnya petugas PPS, PPK dan petugas lainnya dalam pemilu ini dikarenakan kerja mereka cukup melelahkan dikarenakan pemilu dilaksanakan secara serentak," kata Viryan.

Pihaknya juga menyampaikan duka cita atas keluarga yang ditinggal, khususnya petugas PPK, PPS dan petugas lainnya di Kaltim. "Semoga dengan santunan ini pihak keluarga dapar terbantu, dan digunakan dengan baik," ungkap Viryan.

Sementara Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha mengatakan, petugas pemilu yang meninggal untuk kota Balikpapan hanya tiga orang. "Meskipun ada satu orang sakit disaat hari H pelaksanaan pilpres dan pileg, dilaksanakan, mereka juga mendapatkan santunan," ungkap Thoha.

Demikian halnya dikatakan Ketua KPU Kaltim Rudiansyah, bahwa selain 11 orang telah menerima santunan, ada lima orang dalam tahap proses administrasi.

Rudiansyah berharap, agar pihak pemerintah daerah ikut memberikan tambahan santunan bagi petugas pemilu. "Adapun besaran santunan dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Maka dengan itu, harus memiliki aturan atau regulasi yang jelas," ungkap Rudiansyah.

"Beberapa daerah telah melakukan hal tersebut, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur," ungkapnya.

Sementara seorang anak dan ahli waris dari Danny Faturrahman (alm), Nabila Nisa asal Kota Samarinda mengatakan, santunan diterimanya akan dipergunakan untuk kepentingan sekolahnya.

Penulis: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website