PDAM Balikpapan Antasipasi Menghadapi Musim Kemarau

Rabu, 07 Agustus 2019
BALIKPAPAN-Mendekati musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kota Balikpapan terus melakukan berbagai persiapan pelayanan air minum bagi pelanggan.

Hal itu terkait suplai air minum dari waduk Manggar Km.12 Karang Joang yang merupakan sumber air baku utama saat ini, PDAM Balikpapan melakukan pembenahan.
Ket. Poto: Waduk Manggar
Arief Purnawarman selaku Direktur Teknik PDAM Kota Balikpapan, memperkirakan kemampuan cadangan air di waduk manggar mampu memberikan suplai air hingga 6 bulan ke depan tanpa adanya hujan.

Kemampuan inipun diperkirakan, bila tidak ada kerusakan pipa distribusi yang bersifat darurat atau terencana. Saat ini, kondisi Level Waduk saat ini masih mencapai 10,15 meter, Rabu (07/08/2019).

“Desain waduk Manggar ini cukup sampai 6 bulan ke depan. Insya Allah bisa terus mengalir selama tidak ada gangguan di pipa transmisi, atau pun pipa distribusi dan gangguan suplai listrik,” kata Arief Purnawarman.

Selain itu lanjut Direktur Teknik, pihaknya terus melakukan upaya perbaikan kualitas air dari sumber hingga sampai ke pelanggan. Agar tidak ada lagi keluhan keruh maupun tidak layak dari para pelanggan yang menjadi konsumen PDAM.

Saat ini ada 9 Instalasi Pengolahan Air Minum yang akan terus mengcover kebutuhan air bersih bagi pelanggan (IPAM) yaitu IPAM KM.12 Karang Joang, IPAM Kampung Damai dan IPAM KM.8 Batu Ampar yang sumber air bakunya dari Waduk Manggar dengan mensuplai Air Bersih mencapai 78% kebutuhan bagi masyarakat pelanggan PDAM Kota Balikpapan.

Selanjutnya, IPAM Gn.Sari, IPAM Prapatan, IPAM Kampung Baru, IPAM Zamp Korpri dan IPAM Gn. Tembak yang sumber air bakunya berasal dari Sumur Dalam dan IPAM Waduk Teritip. Baru saja beroperasi dengan sumber air baku berasal dari Waduk Teritip dengan harapan dapat mensuplai kebutuhan Air Bersih di Balikpapan Timur secara bertahap.

Perlu diketahui pelanggan, seperti biasa bahwa penggunaan Air Bersih PDAM di musim kemarau mengalami peningkatan dalam penggunaan air bersih, sehingga turut berimbas pada pelanggan yang berada dipermukiman atas atau jauh dari Instalasi Pengolahan Air Minu.

"Belum lagi ketika kondisi pemakaian puncak dimana pelanggan menggunakan air secara bersamaan, pada jam tertentu seperti Pagi Hari atau sore harinya," kata Arief.

Akan mempengaruhi jalannya air untuk sampai dirumah pelanggan yang tinggal diwilayah perbukitan atau jauh dari IPAM PDAM. Apalagi tidak dapat kita pungkuri bahwa kondisi Kota Balikpapan 80% adalah perbukitan.

Makanya PDAM selalu menghimbau kepada pelanggan ketika air PDAM mengalir, upayakan untuk selalu menampung cadangan air sebagai persiapan penggunaan kebutuhan dirumah dan bijaksanalah dalam menggunakanny.

"Karena mempunyai penampungan air dirumah sudah menjadi hal yang harus bagi semua pelanggan, yang terpenting penampungan tersebut harus tertutup rapat," jelas Arief Purnawarman.

Dan terkait untuk pengaduan pelanggan bisa menyampaikan melalui Call Center dan sms center, dinomor 0542 – 878991/ 878992, sms center di 0816200110.

Kemudian kebutuhan air yang bersifat darurat, pelanggan bisa melalui pelayanan Posko Tangki di nomor 0812 2450 5222 dari Pagi sampai dengan sore harinya atau bisa juga langsung berkunjung ke posko tangki di Jalan MT. Haryono, depan kantor DukCapil.

Sumber: Humas PDAM Balikpapan
Editor: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website