Retribusi Parkir Target 10 Miliar, Masuk Dua Miliar

Kamis, 21 Nopember 2019
BALIKPAPAN-Pemkot Balikpapan menargetkan, PAD (pendapatan asli daerah) dari hasil retribusi parkir, dari Rp.10 milir terealisasi hanya Rp.2 miliar lebih.
Wiranata Oey
Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan
Tidak tercapainya, target ini dinilai, belum maksimalnya pemasukan dari hasil retribusi parkir khususnya, parkir tepi jalan raya.

Meski pemkot Balikpapan, telah memasang alat digital pembayaran parkir, kenyataanya belum dapat meningkatkan pendapatan parkir tepi jalan.

Melalui Sekretaris Daerah setdakot Balikpapan, Sayid M. Fadli menyampaikan, merasa bingung meningkatkan penghasilan daerah utamanya, parkir tepi jalan.

"Belum maksimalnya, pendapatan retribusi parkir, akibat sulitnya mengatur lokasi parkir, juga beberpa wilayah dikuasai oknum tertentu," ungkapnya dihadapan tamu, DPRD Surakarta di ruang rapat II pemkot Balikpapan, Senin (18/11/2019).

"Namun, hal itu bukanlah kendala, berbagai persoalan dihadapi di lapangan. Kami tetap, menjalani dan mencari jalan keluar agar pemasukan PAD melalui pungutan parkir dapat maksimal," harapnya.
Sementara, Ketua Organda Balikpapan Mubar Yahya menyatakan, pemkot Balikpapan perlu melakukan pembersihan area dinilai bermasalah. "Penting juga agar, mesin-mesin parkir sudah dipasang segera diperbaiki," harapnya.

"Beberapa mesin parkir tidak berfungsi lagi, tidak berjalan secara maksimal," ungkapnya.

"Pemkot khususnya, Dishub perlu melakukan inovasi, dan pembinaan juru parkir yang baik. Agar, pendapatan dapat maksimal," ungkap Mubar Yahya.

Lain halnya dikatakan Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Wiranata Oey.

Dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan di lapangan, memastikan berfungsi, tidaknya mesin parkir dibeberpa titik telah dipasang.

"Kami tetap medorong pemkot Balikpapan, agar retribusi parkir dapat dimaksimalkan," tandasnya.

Penulis: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website