PAD Balikpapan 2020 Mengalami Defisit 10,56 Persen

Selasa, 5 Nopember 2019
BALIKPALAN-Sebanyak 33 anggota DPRD Balikpapan hadir dalam rapat peripurna, terkait penyampaian nota penjelasan Walikota Balikpapan atas rancangan peraturan daerah kota Balikpapan tentang, anggaran pendapatan belanja daerah kota Balikpapan, tahun anggaran 2020, di ruang rapat paripurna DPRD Balikpapan, Selasa (5/11/2019).
Kondisi paripurna DPRD Balikpapan
Dalam nopen (nota penjelasan) tersebut, Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan, ditahun 2020 pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp2,26 triliun, bila dibandingkan ditahun 2018 setelah perubahan sebesar Rp2,52 triliun lebih. Mengalami penurunan sebesar Rp266,96 miliar lebih atau 10,56%.

Selisih angka ini disebabkan adanya pendapatan daerah belum dimasukan kestruktur APBD. Diantaranya, penerimaan dana alokasi khusus (DAK), fisik maupun non fisik. Terkecuali tunjangan sertifikasi guru dan bantuan keuangan provinsi.

Termasuk penerimaan dana lainya seperti, dana alokasi umum tambahan, dana bantuan operasional pendidikan anak usia dini (PAUD), dan bantuan operasional sekolah Nasional.
Sabaruddin Panrecalle
Wakil Ketua DPRD Balikpapan
Menanggapi defisitnya anggaran PAD tersebut, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle menyampaikan, perlunya dilakukan evaluasi setiap anggaran SKPD. Agar anggaran dapat digunakan pada skala prioritas.

"Telah dibahasnya KUA dan PPAS maka tidak mungkin dilakukan perubahan lagi. Sehingga, dari pandangan fraksi-fraksi nanti juga akan menjadi bahan evaluasi agar APBD 2029, dapat berjalan maksimal," ungkapnya.

"Hari ini, Selasa (5/11/2019) kami kembali membahas anggaran agar, ketersediaan anggaran dapar disesuaikan dengan peruntukan SKPD terkait, dengan skala prioritas," pungkas Sabaruddin.

Penulis: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website