Ketatnya Syarat Kesehatan Bagi Petugas Adhoc PPK, PPS dan KPPS

Rabu, 15 Januari 2020
BALIKPAPAN-Koordinasi pembentukan badan adhoc pemilihan walikota dan wakil walikota Balikpapan tahun 2020, oleh KPU Balikpapan, melibatkan stakeholder, di Hotel Tiga Mustika, Rabu (15/1/2020).
Noor Thoha
Ketua KPU Balikpapan
Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha mengatakan, koordinasi ini guna menyampaikan syarat calon penyelenggara pilkada 2020, khususnya terkait kesehatan jasmani dan rohani.

Syarat bagi Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dinilai terkendala dengan syarat kesehatan berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Sebelumnya, surat kesehatan cukup lewat Puskesmas, kali setiap calon akan melampirkan surat keterangan sehat jasmani, rohani dan tes bebas narkoba," ungkapnya.

"Pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani biayanya dinilai berat bagi pendaftar. Pemeriksaan jasmani setidaknya Rp. 80 ribu, rohani Rp. 400 ribuan dan tes bebas narkoba Rp.150 ribuan, kalau ini kami terapkan bisa-bisa tidak ada yang daftar," urai Noor Thoha.

Sementara honor mereka saat bertugas dibawah UMR (upah minimum regional) meski sudah dilakukan kenaikan honor dari sebelumnya.

"Maka dengan koordinasi ini, berharap agar stakeholder dapat terlipat dan berpartisipasi dalam pemilihan walikota dan wakil walikota Balikpapan 2020 mendatang," tandasnya.

Rapat ini dihadiri Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha dan Komisioner KPU Balikpapan, Syahrul Karim dan Mega Feriyany Fery.

Penulis: Yudi






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website